Sejarah Bakpao, Kisah Kelam di Balik Kelezatan Chinese Dimsum

  • 05 Des 2024 11:56 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Sebutan Bakpao berasal dari gabungan kata "Pao" dan "Bak". Pao memiliki arti bungkusan dan bak memiliki arti daging. Jadi, bakpao bisa diartikan sebagai bungkusan yang berisi daging.

Dalam bahasa Hakka/Khek yaitu Nyukppao/Yungppao, artinya sama yakni daging yang terbungkus. Awalnya, bakpao berisi daging babi karena mayoritas masyarakat Tionghoa mengonsumsi daging babi.

Tapi, seiring dengan perkembangan zaman dan kuliner, isian dalam bakpao tidak melulu daging. Varian isian bakpao bermacam-macam mulai dari cokelat, selai kacang, selai buah, daging ayam, daging ikan hingga daging sapi juga sayuran.

Penemu bakpao yang pertama adalah seorang tentara Tionghoa bernama Zhuge Liang. Zhuge Liang adalah salah satu tentara ahli strategis terbaik China, perdana menteri, insinyur dan ilmuwan.

Setelah melakukan peperangan dan meraih kemenangan lantas akan kembali ke ibu kota, Liang serta pasukannya harus melewati sungai besar yang berombak dan berbadai. Salah seorang memberitahukannya bahwa sejak zaman nenek moyangnya, agar sungai tenang dan bisa diseberangi dengan selamat, siapa pun harus melempar sedikitnya 50 kepala manusia di sana.

Tapi, karena Liang tidak tega dan tak ingin kembali terjadi pembunuhan atau pertumpahan darah, ia pun membuat kue yang berbentuk mirip kepala manusia, bulat namun rata di dasarnya yang disebut Baozi atau bakpao.

Sekarang, meskipun banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin. (Sumber: PergiKuliner.com).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....