Bahaya Styrofoam bagi Kesehatan
- 20 Agt 2024 21:27 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Seberapa sering kita menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan? Ternyata tempat makan dari bahan styrofoam merupakan hal yang lazim ditemui namun wajib waspada, karena kontaminasi bahan ini ternyata berbahaya. Styrofoam kerap kali digunakan untuk wadah pembungkus makanan karena dinilai murah, praktis dan mudah ditemukan namun dengan segala kelebihan dari wadah styrofoam, wadah yang umumnya berwarna putih ini dapat mengganggu kesehatan penggunanya serta merusak lingkungan.
Walaupun bisa dibilang sangat praktis dan murah, penggunaan styrofoam disebut-sebut dapat menyebabkan kanker dan berbagai penyakit kronis lainnya. Styrofoam mengandung beberapa zat kimia yang dipercaya berbahaya bagi kesehatan manusia.
Beberapa di antaranya adalah benzene dan styrene yang telah dibuktikan dapat menyebabkan penyakit kanker, bahkan badan kesehatan dunia, World Health Organization telah menyatakan bahwa benzene adalah zat kimia yang bersifat karsinogenik, atau dapat menyebabkan tumbuhnya sel kanker di dalam tubuh. Zat ini juga menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan dan saat ini banyak orang yang waktunya dihabiskan untuk bekerja sampai terkadang waktu istirahat untuk makan pun dipangkas. Saking ingin makan yang serba praktis dan cepat, beberapa orang menyimpan makanan menggunakan styrofoam dan bahkan kini hampir semua tempat makan menggunakan Styrofoam.
Styrofoam adalah wadah yang dapat digunakan untuk berbagai hal seperti pembungkus makanan, wadah telur, piring dan nampan sekali pakai, serta kebutuhan lainnya. Styrofoam terbuat dari plastik polistiren atau plastik yang keras dan dengan bahan tersebut, styrofoam memiliki bentuk yang lebih kuat dan padat dibandingkan plastik biasa. Sehingga dapat dijadikan pengganti wadah yang biasa terbuat dari kaca dan dengan kepraktisan penggunaannya, banyak yang mengira styrofoam memudahkan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain menimbulkan penyakit berbahaya, styrofoam termasuk menjadi barang sekali pakai yang sulit untuk didaur ulang sehingga dapat terjadi penumpukan sampah. Styrofoam juga dapat merusak lingkungan, maka dari itu penggunaan styrofoam seharusnya diatur untuk mengurangi efek negatif dari styrofoam. Selain itu, kandungan zat kimia yang bernama styrena pada styrofoam juga berbahaya bagi kesehatan. Bila zat styrena masuk ke dalam tubuh manusia akan menjadi racun dan menyebabkan gangguan pada endokrin dan sistem reproduksi.
BPOM sendiri menyarankan untuk menggunakan styrofoam yang berkualitas food grade serta tidak menggunakan styrofoam sebagai wadah makanan panas. Inilah yang membuat styrofoam masih digunakan sebagai tempat makanan hingga sekarang karena selain mengancam kesehatan manusia, styrofoam juga menyumbang timbulnya efek rumah kaca dan mengancam keselamatan lingkungan. Adapun alternatif yang bisa digunakan untuk mengemas makanan adalah kemasan kaleng, kemasan berbahan alumunium foil, bahan plastik food grade, karton box, kertas karton fiber. Usahakan untuk menghindari penggunaan styrofoam saat membeli makanan dan disarankan juga untuk membawa wadah makanan yang bisa dicuci dan digunakan kembali saat ingin membeli makanan dari luar. (Sumber: halodoc).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....