Kenali Ciri-ciri Polio Pada Anak

  • 11 Agt 2024 16:19 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Polio atau poliomielitis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus dan dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, terutama pada anak-anak. Berdasarkan WHO, penyakit polio umumnya menyerang anak berusia di bawah 5 tahun. Anak yang terinfeksi virus polio berisiko mengalami paralisis atau kelumpuhan permanen. Apabila virus menginfeksi otot-otot pernapasan, anak penderita polio bahkan dapat mengalami kematian akibat gagal napas.

Berikut ciri-ciri gejala polio pada anak yang perlu diketahui:

1. Gejala Polio non-paralitik pada Anak

Gejala yang dapat muncul, antara lain, demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, muntah, lemas, nyeri atau kaku pada punggung, nyeri atau kaku pada leher, nyeri atau kaku pada lengan dan kaki serta elemahan pada otot.

Biasanya, gejala polio non-paralitik pada anak akan bertahan hingga 10 hari dan dapat membaik dengan penanganan yang tepat.

2. Gejala Polio Paralitik pada Anak

Polio paralitik adalah bentuk penyakit polio yang memiliki gejala paling serius dan menyebabkan kelumpuhan. Sekitar satu dari 200 kasus infeksi polio pada anak menyebabkan kelumpuhan permanen yang tidak bisa disembuhkan.

Bahkan, sekitar 5-10 persen polio paralitik pada anak bisa berakhir dengan kematian akibat gagal napas.

Ciri awal anak yang kena polio jenis ini mirip dengan non-paralytic polio. Namun, hanya dalam seminggu, anak pengidap polio paralitik akan mengalami gejala lain, seperti, hilangnya refleks, nyeri atau kelemahan otot yang parah, kelemahan anggota badan pada salah satu sisi atau keduanya hingga berujung lumpuh, gagal napas apabila infeksi mengenai saraf sistem pernapasan yang bisa menyebabkan kematian

3. Gejala Sindrom Pascapolio pada Anak

Setelah dinyatakan sembuh dari polio, beberapa orang yang punya riwayat penyakit ini bisa mengalami sindrom pascapolio ketika berusia dewasa. Umumnya, sindrom pascapolio terjadi pada usia 30-40 tahun.

Gejala sindrom pascapolio yang mungkin muncul, antara lain, kelemahan dan nyeri otot atau persendian, masalah pada pernapasan atau menelan, pengecilan massa otot (Atrofi), gangguan pernapasan saat tidur.

Infeksi virus polio dapat menular melalui kontak langsung dengan feses yang terinfeksi virus akibat sanitasi yang buruk. Selain itu, virus polio dapat menular melalui percikan batuk dan bersin penderita.

Anak juga berisiko terserang polio karena mengonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi serta memiliki kebiasaan jarang mencuci tangan.

Ketika terinfeksi penyakit, sebagian besar anak penderita polio tidak merasakan gejala apa pun. Bahkan, mereka tidak merasakan sakit dan tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi. Namun, meski tanpa gejala sekalipun, anak pengidap polio tetap dapat menularkan penyakit.

Penyakit polio bisa dicegah dengan menjaga sanitasi maupun kebersihan diri dan lingkungan. Polio pada anak juga bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi. Karena itu, pastikan anak Anda memperoleh vaksinasi lengkap agar terhindar dari berbagai penyakit, termasuk polio. (Sumber: klikdokter.com).


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....