Taburia, Bubuk Multivitamin dan Multimineral untuk Balita
- 05 Agt 2024 16:22 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Masa balita meupakan masa yang paling penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa ini diperlukan vitamin dan mineral dalam jumlah yang tinggi untuk pertumbuhan fisik, perkembangan otak, dan kecerdasan serta daya tahan tubuh terhadap penyakit. Sebenarnya tidak mudah mengenalkan ragam makanan bergizi seperti sayuran dan buah kepada anak balita, namun ini sanggat jelas berbeda ketika mengenalkan berbagai jenis makanan ringan dan camilan yang umumnya sangat disukai anak balita.
Padahal, kandungan gizi dalam camilan belum tentu cukup untuk tumbuh kembangnya. Selain itu, kandungan garam dan gula yang tingga bisa menyebabkan adiksi. Namun, memisahkan anak balita dengan camilan, ternyata tidak selalu mudah dan kekurangan dari vitamin dan mineral pada anak balita akan mengakibatkan mudah sakit, pertumbuhan terhambat serta mengganggu perkembangan otak dan kecerdasannya.
Pada kondisi kekurangan vitamin dan mineral tingkat berat, risiko kematian akan meningkat juga. Untuk mencegah terjadinya kekurangan tersebut, pemerintah menyelenggarakan kegiatan pemberian vitamin dan mineral dalam bentuk bubuk yang disebut Taburia. Taburia diberikan pada anak balita dengan cara menambahkannya pada saat sarapan.
Taburia (Taburan Ceria) adalah bubuk multivitamin dan multimineral untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral setiap anak balita. Taburia diberikan kepada semua anak balita usia 6-24 bulan dan anak usia di bawah 6 bulan tidak disarankan memberikan taburia kerena bayi yang usia 0–6 bulan hanya mendapat ASI saja.
Penggunaan Taburia bertujuan meningkatkan nafsu makan anak, terutama pada buah dan sayur sehingga walau anak suka makan camilan, kebutuhan gizinya masih bisa tercukupi. Taburia bisa diperoleh di layanan kesehatan primer seperti Puskesmas dan Posyandu.
Penanggung Jawab Gizi di Puskesmas Nunukan, Nurseha mengatakan penerapan Taburia diharapkan bisa mengurangi jumlah anak yang terkena gizi buruk, stunting dan bertubuh pendek. Caranya, Taburia dicampurkan ke dalam nasi yang dingin. Saat pemberian, cukup satu bungkus sehari. Setelah itu dijeda selama dua hari dan tidak ditaburkan dalam makanan yang berkuah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....