Roti Gandum Kaya Serat, Baik untuk Penderita Diabetes

  • 10 Jul 2024 18:58 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Roti adalah bahan makanan pokok rumah tangga yang memberikan banyak manfaat bagi tubuh dan mudah untuk dikonsumsi. Namun, ketika didiagnosis diabetes, mengetahui karbohidrat mana yang boleh dimakan, termasuk roti, mungkin dapat membingungkan.

Pengidap diabetes perlu cermat saat memilih menu makanan untuk mencegah lonjakan gula darah. Penderita diabetes tak bisa sembarang makan roti. Ini karena roti termasuk salah satu makanan dengan indeks glikemik tinggi dan semakin tinggi indeks glikemik dalam suatu makanan, semakin tinggi pula kemungkinannya untuk menaikkan gula darah.

Roti gandum adalah salah satu jenis roti yang memiliki indeks glikemik dan karbohidrat lebih rendah dibandingkan roti lainnya. Ini karena adanya kandungan serat yang baik dalam roti gandum. karena serat di roti gandum menjadi salah satu kandungan yang baik untuk mengoptimalkan pola diet sehat dan mengontrol kadar gula darah.

Hal ini karena kandungan serat mampu memperlambat pencernaan sehingga membantu menstabilkan kadar gula darah. Banyak ahli kesehatan mengatakan bahwa roti gandum lebih baik daripada roti tawar biasa bagi orang dengan diabetes. Ini dikarenakan kandungan serat yang tinggi dan gula yang rendah pada roti jenis gandum.

Roti gandum utuh merupakan salah satu jenis roti terbaik bagi penderita diabetes karena memang tinggi serat dan rendah karbohidrat. Serat dalam roti gandum memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah, sehingga dapat membantu mengatur kadar gula darah.

Selain itu, roti gandum memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan roti putih, sehingga tidak menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat. Roti gandum terbuat dari tepung yang mengandung seluruh biji gandum, termasuk dedaknya. Di sinilah gandum lebih unggul dalam hal nutrisi, karena mengandung serat, vitamin B, zat besi, folat, potasium, dan magnesium dan manfaat roti gandum yang kelima yaitu untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2. Penelitian juga memiliki kabar baik bagi mereka yang berisiko terkena diabetes tipe 2. (Sumber: alodokter).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....