Mewaspadai Terjadinya Happy Hypoxia

  • 27 Jun 2026 00:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan : Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai happy hypoxia atau silent hypoxia, yakni kondisi ketika kadar oksigen dalam darah menurun tanpa disertai gejala sesak napas yang jelas. Kondisi ini berbahaya karena penderitanya sering kali merasa baik-baik saja meskipun tubuh mengalami kekurangan oksigen.

Happy hypoxia menjadi perhatian sejak pandemi COVID-19 karena banyak pasien mengalami penurunan saturasi oksigen tanpa keluhan yang khas. Akibatnya, kondisi tersebut sering terlambat terdeteksi hingga menimbulkan komplikasi serius pada organ tubuh.

Kemenkes mengatakan hipoksia terjadi ketika kadar oksigen dalam darah berada di bawah batas normal. Pada umumnya, hipoksia menimbulkan gejala seperti sesak napas, lemas, pusing, atau perubahan warna kulit. Namun pada happy hypoxia, tanda-tanda tersebut bisa sangat ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali.

Meski tanpa gejala yang mencolok, terdapat beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Di antaranya tubuh terasa lemah, kulit tampak pucat, bibir dan ujung jari membiru, detak jantung berubah lebih cepat atau lebih lambat, sakit kepala, hingga kebingungan atau penurunan kesadaran.

Para ahli menjelaskan bahwa happy hypoxia dapat terjadi akibat gangguan pertukaran oksigen di paru-paru sehingga tubuh kekurangan oksigen tanpa memicu sensasi sesak napas. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menyebabkan kerusakan organ penting seperti otak, jantung, dan ginjal.

Untuk mendeteksi kondisi tersebut, masyarakat dianjurkan memantau saturasi oksigen menggunakan pulse oximeter, terutama ketika sedang mengalami infeksi saluran pernapasan atau memiliki penyakit yang memengaruhi fungsi paru-paru. Pemeriksaan dini dapat membantu tenaga medis memberikan penanganan sebelum kondisi memburuk.

Kemenkes mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan gejala ringan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan. Menjaga kesehatan paru-paru, menerapkan pola hidup sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami penurunan kondisi fisik menjadi langkah penting untuk mencegah dampak fatal akibat happy hypoxia. (Sumber.Kemenkes)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....