Dokter Terbang Terapung Layani Ratusan Pasien Perbatasan
- 18 Jun 2026 12:25 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Jumlah pasien layanan Terbang Terapung berbeda di setiap desa sesuai jumlah penduduk.
- Lumbis Hulu mampu melayani lebih dari 100 pasien dalam satu kunjungan.
- Program Terbang Terapung berkolaborasi dengan Puskesmas untuk mendukung berbagai layanan kesehatan.
RRI.CO.ID, Nunukan - Layanan Kesehatan Terbang Terapung mampu menjangkau ratusan pasien di wilayah perbatasan Nunukan. Jumlah pasien berbeda pada setiap desa yang dikunjungi tim kesehatan.
Di Lumbis Hulu, tim kesehatan dapat melayani lebih dari seratus pasien. Sementara di beberapa desa Lumbis Pansiangan jumlah pasien lebih sedikit. Hal itu disampaikan Ketua Tim Dokter Terbang Terapung, drg. Prio Ajiandarusasi, Kamis (18/06/2026).
"belum lagi kalau kita pindah ke desa yang lain ke wilayah kecamatan Lumbis Pansiangan kalau di Lumbis Hulu kan memang desanya terkumpul maksudnya di satu lokasi ada banyak desa di situ jadi bisa sampai ratusan lebih pasien yang bisa kami layanan,” ujarnya.
Kondisi geografis dan jumlah penduduk mempengaruhi jumlah pasien yang mendapatkan layanan kesehatan. Beberapa desa terpencil memiliki jumlah penduduk yang relatif sedikit.
Desa Sumantipal menjadi salah satu lokasi pelayanan di Kecamatan Lumbis Pansiangan. Dalam satu kunjungan, jumlah pasien yang dilayani berkisar antara 20 hingga 30 orang.
"kalau di desa yang lain misalnya desa Sumantipal di Lumbis Pansiangan itu kan memang penduduknya tidak terlalu banyak jadi paling 20-30 pasien yang bisa kami dapat di situ seperti itu sih,” katanya.
Program Terbang Terapung tidak hanya melayani masyarakat, tetapi juga memperkuat layanan kesehatan daerah. Tim kesehatan turut berkolaborasi dengan Puskesmas dalam pelaksanaan berbagai program kesehatan.
"nah itu kalau dari sisi masyarakatnya kalau dari sisi kita dari sisi fasilitas kesehatannya dalam hal ini kan tadi saya sempat sampaikan kita berkolaborasi dengan Puskesmas otomatis di situ ada banyak program-program Puskesmas yang bisa berkolaborasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....