Mengetahui Tanda – Tanda Kondisi Anoreksia nervosa
- 07 Jun 2026 21:27 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Anoreksia nervosa merupakan gangguan makan yang ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis akibat pembatasan asupan makanan yang berlebihan. Penderita anoreksia umumnya memiliki ketakutan berlebihan terhadap kenaikan berat badan dan merasa dirinya gemuk meskipun kondisi tubuhnya sudah sangat kurus.
Anoreksia nervosa termasuk gangguan kesehatan mental yang dapat memengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang. Penderita sering kali menjalani diet ekstrem, berolahraga secara berlebihan, menggunakan pencahar, atau bahkan memuntahkan makanan yang telah dikonsumsi demi menjaga berat badan tetap rendah.
Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami anoreksia. Di antaranya adalah kecemasan, depresi, kesulitan mengelola stres, kecenderungan perfeksionis, citra diri yang negatif, serta riwayat gangguan makan sejak masa kanak-kanak. Faktor biologis, lingkungan, dan psikologis juga turut berperan dalam munculnya kondisi tersebut.
Gejala utama anoreksia adalah penurunan berat badan yang signifikan. Selain itu, penderita dapat mengalami kelelahan, tekanan darah rendah, pusing, kulit kering, rambut rontok, gangguan menstruasi, hingga denyut jantung yang tidak teratur. Dalam banyak kasus, penderita juga merasa bersalah setiap kali selesai makan.
Kemenkes mengingatkan jika tidak ditangani dengan baik, anoreksia dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius. Mulai dari gangguan jantung, osteoporosis, gangguan hormon reproduksi, masalah ginjal, gangguan elektrolit, hingga penurunan daya tahan tubuh pada kondisi yang sangat parah, anoreksia bahkan dapat meningkatkan risiko kematian akibat malnutrisi dan gagal jantung.
Dalam penanganannya, anoreksia memerlukan pendekatan yang menyeluruh. Pengobatan dapat meliputi terapi psikologis, edukasi nutrisi, pemberian obat untuk mengatasi kecemasan atau depresi, serta pemantauan medis secara berkelanjutan. Pada kasus yang berat, pasien mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit untuk memulihkan kondisi fisik dan keseimbangan nutrisi tubuh.
Kemenkes menekankan pentingnya upaya pencegahan melalui edukasi tentang pola makan sehat, pembentukan citra diri yang positif, komunikasi terbuka mengenai kesehatan mental, serta deteksi dini terhadap tanda-tanda gangguan makan. Dengan penanganan yang cepat dan tepat, peluang pemulihan penderita anoreksia dapat meningkat secara signifikan. (Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....