Hindari Plastisitas Instan, Latihan Otak Harus Bertahap Sehat

  • 05 Jun 2026 19:29 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan RI mengingatkan masyarakat agar tidak tergoda konsep "plastisitas instan" dalam upaya melatih dan meningkatkan fungsi otak. Proses adaptasi otak membutuhkan waktu, konsistensi, serta lingkungan yang mendukung agar manfaat latihan dapat diperoleh secara optimal.

Menurut informasi edukasi kesehatan yang disampaikan Kemenkes RI, latihan yang dipaksakan atau dilakukan dalam suasana penuh tekanan justru dapat memicu respons stres dan inflamasi pada tubuh. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi efektivitas latihan, terutama bagi individu yang memiliki kondisi otak yang masih rentan atau dalam proses pemulihan.

Respons stres yang berlebihan dapat membuat tubuh dan otak berada dalam kondisi siaga berkepanjangan. Akibatnya, kemampuan belajar, beradaptasi, dan membangun koneksi saraf baru tidak dapat berlangsung secara maksimal sebagaimana yang diharapkan.

Karena itu, Kemenkes RI menganjurkan agar program latihan dirancang secara bertahap dengan memberikan sense of agency atau rasa kendali kepada individu. Kesempatan untuk menentukan pilihan, mengatur tempo, dan menyesuaikan tingkat kesulitan latihan dapat membantu menciptakan pengalaman yang lebih nyaman dan efektif.

Melalui pendekatan yang tidak menekan, tubuh dan otak akan lebih siap untuk bekerja sama dalam proses pembelajaran maupun pemulihan. Dengan demikian, manfaat latihan dapat tercapai secara berkelanjutan tanpa menimbulkan beban psikologis maupun fisiologis yang berlebihan. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....