Waspadai Virus Hanta, Penyakit Berbahaya dari Hewan Pengerat

  • 05 Jun 2026 20:24 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Penyakit virus Hanta merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia dan masih belum banyak dikenal masyarakat. Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penyakit ini disebabkan oleh virus dari genus Orthohantavirus yang memiliki reservoir utama berupa tikus dan celurut.

Di Indonesia, beberapa jenis tikus telah terkonfirmasi sebagai pembawa virus Hanta, di antaranya tikus got (Rattus norvegicus), tikus rumah (Rattus tanezumi), tikus belukar (Rattus tiomanicus), tikus ladang (Rattus exulans), tikus sawah (Rattus argentiventer), mencit rumah (Mus musculus), tikus wirok (Bandicota indica), serta Maxomys surifer. Hewan-hewan tersebut dapat ditemukan di berbagai habitat mulai dari lingkungan rumah hingga kawasan hutan.

Keberadaan Orthohantavirus pada hewan pengerat telah dilaporkan di berbagai wilayah Indonesia. Penularan kepada manusia dapat terjadi melalui kontak langsung dengan tikus atau ekskresinya seperti air liur, urin, dan feses. Selain itu, virus juga dapat masuk ke tubuh melalui luka pada kulit, membran mukosa mata, hidung, dan mulut, maupun melalui partikel debu yang terkontaminasi.

Hingga saat ini, penularan virus Hanta dari manusia ke manusia belum pernah dilaporkan. Meski demikian, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi tikus di sekitar tempat tinggal maupun area kerja.

Secara klinis, penyakit virus Hanta dapat menyebabkan dua sindrom utama, yaitu Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Tipe HFRS banyak ditemukan di wilayah Eropa dan Asia dengan masa inkubasi 1 hingga 2 minggu serta tingkat kematian 5 sampai 15 persen. Sementara itu, tipe HPS ditemukan di Benua Amerika dengan masa inkubasi sekitar 14 hingga 17 hari dan tingkat kematian yang dapat mencapai 60 persen. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....