Teknologi Virtual Reality Percepat Pemulihan Fungsi Otak Pasien

  • 03 Jun 2026 06:33 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Perkembangan teknologi kesehatan berbasis digital kini membuka peluang baru dalam mendukung rehabilitasi pasien gangguan saraf, khususnya pasca-stroke. Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa penggunaan teknologi seperti virtual reality (VR) dan brain–computer interface (BCI) mampu membantu proses pemulihan otak secara lebih efektif dan terukur.

Teknologi virtual reality memungkinkan pasien menjalani latihan gerak maupun tugas kognitif dalam lingkungan tiga dimensi yang aman dan interaktif. Melalui simulasi tersebut, pasien dapat mengulang berbagai aktivitas secara bertahap sehingga meningkatkan motivasi sekaligus kemampuan fungsi motorik dan kognitif.

Sementara itu, brain–computer interface bekerja menggunakan sensor yang menangkap sinyal otak untuk mengendalikan perangkat tertentu. Teknologi ini membantu menghubungkan niat gerak dari otak dengan umpan balik visual maupun gerakan perangkat, sehingga jalur saraf motorik dan sensorik tetap aktif meskipun kondisi otot pasien masih lemah.

Kemenkes RI menjelaskan bahwa keberhasilan terapi rehabilitasi sangat bergantung pada personalisasi penanganan. Dosis stimulasi, waktu pemberian terapi, hingga target bagian otak atau jalur saraf yang ingin diperkuat harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien agar hasil terapi lebih optimal.

Kombinasi latihan bertahap dengan neuromodulasi yang tepat sasaran dinilai mampu mempercepat pemulihan fungsi tubuh dan mempertahankan hasil terapi dalam jangka panjang. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan latihan pasien, tetapi juga membantu memperkuat jalur komunikasi antarjaringan otak secara nyata. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....