Sel Schwann Berperan Penting dalam Regenerasi Saraf Tubuh

  • 03 Jun 2026 06:27 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Plastisitas tidak hanya terjadi pada otak, tetapi juga berlangsung di sistem saraf perifer atau jaringan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, sel Schwann memiliki kemampuan luar biasa dalam membantu proses perbaikan dan regenerasi saraf setelah cedera.

Saat saraf mengalami kerusakan, sel Schwann berubah fungsi menjadi repair Schwann cells atau sel perbaikan. Sel ini memulai proses Wallerian degeneration, yaitu membersihkan bagian serabut saraf yang rusak agar jalur saraf dapat diperbaiki kembali secara optimal.

Dalam proses tersebut, sel Schwann juga memanggil makrofag, yakni sel imun yang bertugas membersihkan sisa-sisa kerusakan pada jaringan saraf. Pembersihan ini penting agar area cedera menjadi lebih siap untuk proses pertumbuhan dan penyambungan kembali saraf yang terputus.

Setelah area bersih, repair Schwann cells membentuk Büngner bands atau jalur penuntun bagi pertumbuhan akson baru. Selain itu, sel ini melepaskan neurotrofin yang berfungsi sebagai “pupuk” untuk mendukung regenerasi dan pertumbuhan jaringan saraf.

Perubahan fungsi sel Schwann dipengaruhi oleh protein pengatur gen bernama c-Jun. Protein ini berperan sebagai “saklar molekuler” yang mengatur proses perbaikan saraf agar berjalan terkoordinasi, mulai dari pembersihan puing kerusakan hingga membantu pertumbuhan kembali akson secara optimal. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....