Biologi Regeneratif Dorong Pemulihan Saraf Lebih Terarah Optimal

  • 03 Jun 2026 06:18 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kerusakan saraf menahun atau neuropati kronis menjadi tantangan besar dalam proses pemulihan fungsi saraf. Dikutip dari Kementerian Kesehatan RI, kondisi seperti Charcot-Marie-Tooth (CMT) dan neuropati diabetik menyebabkan program perbaikan alami pada sel Schwann tidak berjalan optimal sehingga regenerasi saraf menjadi terhambat.

Pada neuropati kronis, jalur pertumbuhan akson sering mengalami hambatan akibat proses perbaikan yang tidak tuntas. Akibatnya, fungsi sensorimotor tubuh sulit kembali normal karena jaringan saraf tidak mampu membentuk koneksi baru secara maksimal.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, berbagai penelitian terus dikembangkan melalui pendekatan biologi regeneratif. Salah satunya dengan transplantasi sel Schwann maupun sel Schwann turunan iPSC (induced pluripotent stem cells), yaitu sel punca hasil rekayasa dari sel dewasa yang diprogram ulang.

Selain terapi sel, peneliti juga mengembangkan scaffold biomaterial sebagai jembatan penuntun pertumbuhan saraf serta vesikel ekstraseluler yang membawa sinyal protein dan RNA antar sel. Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan mikro yang mendukung regenerasi jaringan saraf secara lebih efektif.

Konsep pemulihan saraf perifer ini sejalan dengan prinsip plastisitas otak, yakni jaringan saraf akan lebih mudah pulih jika lingkungan sekitarnya bersih, mendapat panduan pertumbuhan, dan didukung sinyal biologis yang tepat. Kombinasi rehabilitasi fungsional dan biologi regeneratif diharapkan mampu menghadirkan pemulihan saraf yang lebih nyata dan terarah. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....