Aktivitas Rutin Bantu Menjaga Kesehatan Otak Lansia

  • 02 Jun 2026 10:22 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa proses penuaan dapat memengaruhi kemampuan otak dalam belajar dan memperbaiki jaringan saraf. Salah satu penyebabnya adalah munculnya masalah bioenergetik atau gangguan produksi energi di dalam sel, sehingga pasokan “bahan bakar” yang dibutuhkan otak menjadi berkurang. Kondisi ini membuat fungsi otak tidak bekerja seoptimal saat usia muda.

Selain masalah energi sel, gangguan pada sawar darah-otak juga dapat terjadi seiring pertambahan usia. Sawar darah-otak merupakan pembatas selektif antara darah dan jaringan otak yang berfungsi menjaga keseimbangan zat penting di dalam otak. Jika sistem ini tidak bekerja optimal, maka keseimbangan kimiawi otak dapat terganggu dan memengaruhi kesehatan saraf.

Meski demikian, Kemenkes RI menegaskan bahwa usia bukanlah vonis untuk mengalami penurunan fungsi otak secara drastis. Otak tetap memiliki kemampuan beradaptasi atau neuroplastisitas meski tidak sekuat pada masa kanak-kanak. Dengan pola hidup sehat, kemampuan tersebut masih dapat dipertahankan hingga usia lanjut.

Dua kebiasaan sederhana disebut sangat membantu menjaga kesehatan otak, yakni aktivitas fisik teratur dan latihan kognitif berkelanjutan. Aktivitas seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, membaca, bermain musik, hingga belajar hal baru dinilai efektif dalam merangsang kerja otak agar tetap aktif dan sehat.

Kemenkes RI mengimbau masyarakat untuk mulai menjaga kesehatan otak sejak dini melalui gaya hidup sehat dan aktif. Upaya sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat membantu mempertahankan kemampuan berpikir, mengingat, serta kualitas hidup yang lebih baik di usia lanjut. ( Sumber : Kemkes Ri )

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....