Kesehatan Jiwa Persoalan yang Kerap Diabaikan di tengah Masyarakat.
- 26 Mei 2026 13:28 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan : Kesehatan jiwa masih menjadi persoalan yang kerap diabaikan di tengah masyarakat. Banyak orang menganggap kesehatan fisik lebih penting dibanding kesehatan mental, padahal keduanya saling berkaitan dan memengaruhi kualitas hidup seseorang. Pandangan lama tentang “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” sering disalahartikan seolah kesehatan mental akan otomatis baik jika kondisi fisik sehat.
Seseorang dengan tubuh sehat tetap dapat mengalami gangguan kecemasan, stres, depresi hingga perilaku menyimpang. Bahkan, masih banyak masyarakat yang takut berkonsultasi ke psikolog atau psikiater karena khawatir mendapat stigma negatif sebagai “orang gila”. Kondisi ini membuat banyak kasus kesehatan jiwa terlambat ditangani.
Masalah kesehatan jiwa juga memiliki hubungan erat dengan penyakit fisik. Penelitian menunjukkan stres berkepanjangan, depresi, dan kecemasan dapat memperburuk berbagai penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, gangguan jantung, hingga gangguan pencernaan. Sebaliknya, penyakit fisik yang berat juga dapat memicu tekanan mental pada penderitanya.
Selain itu, stigma sosial masih menjadi tantangan utama dalam penanganan gangguan jiwa di Indonesia. Banyak penderita maupun keluarga memilih menutupi kondisi yang dialami karena takut dikucilkan. Akibatnya, penderita tidak memperoleh bantuan profesional yang seharusnya bisa mempercepat proses pemulihan.
Kemekes menyebut akses layanan kesehatan jiwa di sejumlah daerah juga masih terbatas. Psikolog dan psikiater umumnya lebih mudah ditemukan di wilayah perkotaan dibanding daerah terpencil. Hal ini menjadi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan layanan konseling maupun pengobatan secara cepat dan tepat.
Pengabaian kesehatan jiwa dapat berdampak luas, mulai dari menurunnya produktivitas, terganggunya hubungan sosial, hingga meningkatnya risiko bunuh diri. Karena itu, masyarakat diimbau mulai membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Pola hidup sehat, olahraga rutin, tidur cukup, dan dukungan sosial menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi mental tetap stabil.
Kementerian Kesehatan juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami tekanan mental berkepanjangan. Edukasi dan kepedulian bersama dinilai penting untuk menghapus stigma terhadap gangguan jiwa, sehingga tercipta lingkungan yang lebih sehat, suportif, dan peduli terhadap kesehatan mental.(Sumber.Kemenkes)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....