Mindful Eating Bisa Jadi Solusi Atasi Stres

  • 23 Mei 2026 14:11 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Tanpa disadari, kebiasaan mencari makanan saat stres sudah menjadi hal yang umum terjadi di lingkungan kerja. Dalam aktivitas sehari-hari, banyak pekerja yang menjadikan makanan sebagai “pelarian” saat menghadapi tekanan pekerjaan. Deadline yang menumpuk, pekerjaan yang tidak kunjung selesai, hingga kelelahan mental sering kali mendorong seseorang untuk makan secara berlebihan, bukan karena lapar, tetapi karena stres. Kebiasaan ini jika dibiarkan dapat membentuk pola makan yang tidak sehat, dan dapat mempengaruhi produktivitas pegawai maupun kondisi fisik.

Selama ini, penyakit akibat bekerja dianggap hanya disebabkan oleh risiko paparan infeksi, radiasi, posisi duduk terlalu lama, maupun tekanan stres yang tinggi. Padahal, pola makan yang tidak terkontrol pada pegawai juga menjadi salah satu faktor penting yang dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas, gangguan pencernaan, hingga menyebabkan gangguan metabolik.

Kebiasaan menjadikan makanan sebagai “pelarian” saat stres seringkali terjadi tanpa adanya kesadaran terhadap sinyal lapar dan kenyang dari tubuh. Akan tetapi, ada satu sisi penting yang belum banyak diperhatikan dalam menjaga kesehatan pegawai, yaitu memunculkan kesadaran penuh saat makan atau yang dikenal sebagai mindful eating.

Mindful eating merupakan konsep yang berfokus pada kesadaran penuh terhadap pengalaman makan, mulai dari rasa lapar, emosi, hingga sensasi saat mengonsumsi makanan. Konsep ini berakar dari praktek mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir secara utuh pada momen saat ini.

Dalam praktiknya, mindful eating mengajak seseorang untuk:

- Makan secara perlahan dan tanpa distraksi;

- Mengenali perbedaan antara lapar fisik dan lapar emosional;

- Menyadari rasa, aroma, dan tekstur makanan;

- Berhenti makan ketika sudah merasa cukup.

Pendekatan ini penting karena banyak orang makan secara otomatis tanpa sadar, misalnya sambil bekerja, scrolling ponsel, atau menonton. Akibatnya, tubuh kehilangan kemampuan mengenali sinyal kenyang, sehingga cenderung makan berlebihan.

Disitulah peran mindful eating membantu individu untuk memahami hasrat ingin makan yang berasal dari emosi, seperti stres atau kebosanan. Dengan adanya jeda kesadaran, seseorang dapat memilih respons yang lebih sehat dibanding sekadar “melampiaskan” pada makanan.

Mindful eating bukan sekadar tentang apa yang dimakan, tetapi lebih kepada bagaimana dan mengapa kita makan.

(Sumber: keslan.kemkes.go.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....