Balai Karantina Nunukan Waspada Ancaman Tungau Merah

  • 20 Mei 2026 02:00 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Ancaman masuknya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) golongan A1 menjadi perhatian serius bagi Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara. Fokus utama

petugas balai karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan saat ini adalah selalu siaga mencegah masuknya hama yang belum ada di Indonesia namun telah terdeteksi di wilayah Malaysia, mengingat posisi Nunukan yang berbatasan langsung secara darat dan laut.

Ahmad Effendi Noor, selaku Pemeriksa Tumbuhan Terampil, memperingatkan adanya ancaman jenis Tungau Merah (Brevipalpus phoenicis) dan tungau kelapa lainnya. Hama ini sangat berbahaya karena ukurannya yang tidak kasat mata, sehingga seringkali tidak disadari oleh warga yang membawa bibit tanaman dari luar negeri secara ilegal melalui pelabuhan atau jalur tikus.

Risiko terbesar saat ini mengintai para petani Kelapa Pandan yang sedang dikembangkan secara luas di wilayah Nunukan dan Sebatik. Tungau merah dapat menyerang jaringan daun hingga berubah menjadi kemerahan dan layu. Jika tidak diantisipasi, serangan dapat menyebabkan kematian pada pohon kelapa atau membuat tanaman berhenti berproduksi dalam waktu singkat.

Selain kelapa, sektor perkebunan kelapa sawit yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah juga berada dalam zona bahaya. Berbagai jenis hama golongan palmae yang bersifat invasif dapat mengganggu proses pembuahan. Karna itu perlindungan terhadap sawit menjadi fokus pencegahan agar stabilitas hasil panen petani dan perusahaan di Kalimantan Utara tetap terjaga.

Effendi mengajak masyarakat belajar dari sejarah kelam komoditas kakao di Sebatik yang pernah berjaya namun hancur akibat penyakit busuk pangkal batang. Penyakit tersebut masuk melalui bibit ilegal yang dibawa dari luar negeri tanpa sertifikasi karantina. Dampak ekonomi yang ditimbulkan sangat besar karena membutuhkan waktu puluhan tahun untuk memulihkan ekosistem pertanian yang terinfeksi. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....