Karantina Nunukan Perketat Biosafety Kapal Ternak

  • 20 Mei 2026 01:48 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID. Nunukan: Otoritas Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara Satuan Pelayanan Nunukan memberikan edukasi dan jaminan kemudahan bagi para pelaku usaha peternakan luar daerah yang ingin memasok hewan ternak ke masuk ke Nunukan.

Dokter Hewan Karantina BKHIT Kaltara Satuan Pelayanan Nunukan, Ahmad Yuzril Ihza Mahendra, menepis anggapan tersebut dan meyakinkan bahwa proses pengurusan sertifikat karantina sebenarnya sangat mudah dan transparan. Syarat utamanya adalah pemenuhan dokumen administrasi yang sah dari daerah asal serta hasil pengujian klinis yang menyatakan hewan bebas penyakit.

"Jadi lengkapi saja dokumen persyaratan dari daerah asal, maka pengurusan dokumen karantina di pelabuhan tujuan juga gampang diurus. Jika semua sudah lengkap dan hasil uji laboratorium menyatakan hewan tersebut sehat, maka sapi potong bisa langsung dikirim masuk ke Nunukan," ujar Ahmad Yuzril sembari menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir pengiriman reguler menggunakan armada KM Thalia asal Parepare.

Otoritas karantina berkomitmen menegakkan aturan dengan hanya melakukan pengawasan dan memberikan izin masuk terhadap komoditas hewan yang legal atau bersertifikat. Sebaliknya, tindakan tegas berupa penolakan masuk akan langsung diberlakukan bagi hewan-hewan yang tidak dilengkapi dokumen resmi (ilegal) demi melindungi ekosistem peternakan lokal dari potensi penularan wabah.

Selain aspek administrasi, program prioritas karantina saat ini terfokus pada penguatan tindakan biosafety di Pelabuhan Tunon Taka. Melalui pelaksanaan disinfeksi massal dengan metode penyemprotan cairan disinfektan secara menyeluruh, baik terhadap fasilitas alat angkut kapal maupun pada fisik sapi-sapi yang diangkut sebelum diturunkan ke dermaga.

Upaya sterilisasi sangat krusial karena selama masa pelayaran di laut, hewan ternak rentan mengalami penurunan imunitas dan berpotensi terinfeksi silang penyakit menular strategis seperti PMK, Brucellosis dan LSD. Dengan pengetatan biosafety dan kemudahan prosedur legalitas ini, Karantina Nunukan optimistis dapat menghadirkan hewan kurban yang tidak hanya sehat dan layak konsumsi, tetapi juga aman secara makroekonomi. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....