Produk Tumbuhan yang Beredar di Nunukan 80 Persen dari Sulawesi Selatan

  • 14 Mei 2026 14:52 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kalimantan Utara Satuan Pelayanan Nunukan yang melakukan pengawasan terhadap arus logistik produk tumbuhan yang masuk ke kepelabuhan tunontaka. Ketergantungan masyarakat Nunukan terhadap pasokan pangan dari luar daerah masih sangat tinggi untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Pemeriksa Tumbuhan Terampil, Ahmad Effendi Noor, menjelaskan bahwa berdasarkan data lapangan, sekitar 80 persen produk tumbuhan yang beredar di Nunukan berasal dari Sulawesi Selatan. Kehadiran karantina di pintu masuk pelabuhan bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh komoditas tersebut telah melewati proses skrining dari daerah asal sebelum dikonsumsi oleh masyarakat.

"Jadwal pengawasan dilakukan secara rutin sebanyak dua kali dalam seminggu mengikuti jadwal kedatangan kapal swasta dari Parepare. Setiap hari Senin, petugas fokuskan pengawasan pada muatan KM Catalia, sementara pada hari Jumat pengawasan KM Pantokrator. untuk menjamin tidak ada celah bagi masuknya komoditas yang tidak terstandarisasi" Ujarnya, pada Kamis (14/5/2026).

Jenis komoditas yang masuk mulai dari kebutuhan pokok seperti beras hingga komoditas hortikultura. jenis sayuran seperti tomat, cabai dan kubis serta buah-buahan seperti jeruk, manga, semangka dan melon menjadi muatan rutin yang diperiksa oleh petugas karantina guna memastikan kesesuaian dokumen dan kondisi fisiknya.

Menariknya, Effendi mencatat adanya peningkatan signifikan pada pengiriman buah-buahan kategori premium, khususnya semangka dan melon. Peningkatan permintaan ini dipicu oleh mulai jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Nunukan. Peran karantina krusial dalam mendukung keberhasilan program nasional melalui penyediaan bahan pangan yang sehat.

Untuk mempercepat pelayanan, karantina kini telah menggunakan sistem pemantauan digital yang terintegrasi secara daring. Data keamanan dari pelabuhan asal di Parepare sudah diterima oleh petugas Nunukan bahkan sebelum kapal bersandar. Dengan sistem tersebut, efisiensi waktu pemeriksaan meningkat tanpa mengurangi ketelitian dalam mendeteksi potensi ancaman hama penyakit. MM

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....