Program MBG Dorong Gizi Berkualitas dan SDM Unggul
- 14 Mei 2026 08:21 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum penting dalam memperkuat kualitas gizi masyarakat. Program berskala nasional tersebut menyasar peserta didik, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan pendekatan menu berbasis pangan lokal serta keragaman pangan. Selain meningkatkan kualitas gizi, MBG juga berpotensi menggerakkan ekonomi pangan daerah apabila dikelola secara optimal.
Di balik skala besar program tersebut, pemerintah menghadapi tantangan serius dalam memastikan keamanan dan kualitas distribusi pangan. Rantai pasok, kebersihan dapur, standar pengolahan makanan, hingga pelatihan tenaga penyedia pangan menjadi faktor utama keberhasilan program. Sejumlah insiden gangguan keamanan pangan di beberapa wilayah menjadi pengingat bahwa MBG harus dijalankan sebagai sistem terintegrasi, bukan sekadar program pembagian makanan.
Pemerintah pun memperkuat tata kelola program melalui penerapan standar kebersihan dan sanitasi yang lebih ketat. Salah satunya dengan kewajiban Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG). Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan keamanan pangan bagi penerima manfaat program di seluruh daerah.
Selain fokus pada keamanan pangan, MBG juga dinilai memiliki peluang menjadi instrumen pembangunan sumber daya manusia berbasis gizi presisi. Pendekatan ini menitikberatkan pada pemenuhan mikronutrien penting seperti zat besi, zinc, vitamin A, folat, dan protein berkualitas. Dengan demikian, program tidak hanya bertujuan mengenyangkan penerima manfaat, tetapi juga memperbaiki kualitas kesehatan dan tumbuh kembang anak secara biologis.
Pemanfaatan pangan lokal yang mengandung prebiotik alami serta pemantauan rutin pertumbuhan anak menjadi bagian penting dalam penguatan program. Pengukuran berat badan, tinggi badan, dan indikator gizi lainnya dapat menjadi dasar evaluasi untuk menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran. Dengan sistem yang adaptif dan berbasis data, MBG diharapkan mampu menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan unggul di masa depan. ( Sumber : Kemkes Ri )
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....