Waspada Gangguan Pernapasan Pada Anak
- 30 Mar 2026 12:22 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan: Perubahan cuaca yang tidak menentu belakangan ini memicu peningkatan kasus gangguan pernapasan pada anak, terutama asma. Bagi orang tua, melihat buah hati kesulitan bernapas tentu menimbulkan kekhawatiran besar. Namun, dengan penanganan yang tepat dan tenang, gejala asma dapat dikendalikan dengan efektif.Asma pada anak seringkali tidak hanya berupa sesak napas yang berat. Orang tua perlu waspada jika anak menunjukkan tanda-tanda berikut:
- Batuk terus-menerus (terutama di malam hari atau saat beraktivitas).
- Suara napas berbunyi lirih atau melengking (mengi).
- Dada tampak tertarik ke dalam saat menarik napas.
- Anak terlihat cepat lelah atau lemas saat bermain.
Jika anak mengalami serangan asma secara tiba-tiba, tetaplah tenang dan lakukan langkah-langkah berikut:
- Posisikan Anak Tegak: Jangan biarkan anak berbaring. Dudukkan anak dengan posisi tegak agar saluran pernapasan lebih terbuka.
- Gunakan Inhaler Pereda: Berikan obat pereda (biasanya inhaler berwarna biru) sesuai dosis yang telah dikonsultasikan dengan dokter.
- Ajak Anak Bernapas Pelan: Bantu anak mengatur napas untuk mengurangi kepanikan, karena rasa cemas dapat memperburuk penyempitan saluran napas.
- Singkirkan Pemicu: Segera jauhkan anak dari asap rokok, debu, atau bau menyengat yang mungkin memicu serangan.
Segera bawa ke IGD jika kuku atau bibir anak mulai membiru, anak sulit berbicara karena sesak, atau obat inhaler tidak memberikan efek setelah 15 menit.
Mencegah tentu lebih baik daripada mengobati. Para ahli kesehatan menyarankan beberapa langkah preventif:
- Identifikasi Pemicu: Catat hal-hal yang membuat asma anak kambuh, apakah karena bulu hewan, udara dingin, atau makanan tertentu.
- Jaga Kebersihan Kamar: Gunakan sprei anti-tungau dan hindari penggunaan karpet atau boneka berbulu di tempat tidur anak.
- Imunisasi: Pastikan vaksinasi influenza anak lengkap untuk mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan.
Penanganan asma adalah kerja sama tim antara dokter, orang tua, dan anak. Dengan kontrol yang rutin, anak penderita asma tetap bisa beraktivitas secara normal dan berprestasi seperti teman-teman sebayanya. (Kemkes RI).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....