Doomscrolling, Candu Berita Buruk yang Merusak Mental
- 29 Jan 2026 12:09 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Pernahkah Anda berniat membuka media sosial hanya selama 5 menit, namun tiba-tiba tersadar sudah satu jam berlalu? Selamat datang di fenomena doomscrolling.
Istilah ini merujuk pada kebiasaan terus-menerus menggulir (scrolling) layar gawai untuk mengonsumsi berita negatif, meskipun konten tersebut membuat kita merasa cemas atau tertekan. Di balik kenyamanan rebahan, ada harga mahal yang harus dibayar oleh kesehatan kita.
Dampak Buruk bagi Kesehatan Mental
Doomscrolling bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi merupakan serangan bertubi-tubi bagi psikis:
- Pemicu Ansietas dan Depresi: Otak manusia secara alami diprogram untuk waspada terhadap ancaman. Mengonsumsi berita buruk secara konstan membuat otak merasa berada dalam kondisi bahaya terus-menerus (fight or flight mode).
- Kelelahan Empati (Compassion Fatigue): Terlalu banyak melihat tragedi bisa membuat seseorang merasa mati rasa atau justru merasa sangat tidak berdaya karena tidak bisa membantu situasi tersebut.
- FOMO dan Insecurity: Selain berita buruk, membandingkan hidup dengan standar semu di media sosial saat scrolling dapat menurunkan kepercayaan diri secara drastis.
Efek Nyata bagi Kesehatan Fisik
Dampaknya tidak berhenti di pikiran, tubuh pun ikut merasakannya:
- Gangguan Tidur (Insomnia): Paparan blue light dari layar menghambat produksi melatonin (hormon tidur). Ditambah dengan pikiran yang tegang setelah membaca berita negatif, tidur berkualitas menjadi mustahil didapatkan.
- Peningkatan Hormon Kortisol: Stres akibat konten negatif memicu lonjakan kortisol. Jika terjadi terus-menerus, ini bisa berdampak pada tekanan darah tinggi dan masalah jantung.
- Masalah Postur dan Mata: Text neck (sakit leher akibat menunduk) dan mata lelah adalah efek fisik langsung dari durasi scrolling yang tidak terkontrol.
Bagaimana Cara Menghentikannya?
Memutus rantai doomscrolling membutuhkan kesadaran penuh (mindfulness). Berikut langkah praktisnya:
- Tetapkan Batas Waktu: Gunakan fitur Screen Time di ponsel untuk membatasi akses media sosial maksimal 30-60 menit sehari.
- Kurasi Feed Anda: Unfollow atau mute akun-akun yang secara konsisten menyebarkan konten yang memicu kecemasan Anda.
- Lakukan "Digital Detox" Sebelum Tidur: Jauhkan gawai setidaknya 1 jam sebelum tidur. Ganti dengan membaca buku fisik atau meditasi.
- Sadari Gerakan Jempol: Saat Anda mulai menggulir tanpa tujuan, berhentilah sejenak dan tarik napas dalam. Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah konten ini memberi manfaat bagiku sekarang?"
Catatan penting yang harus diingat bahwa dunia luar mungkin sedang tidak baik-baik saja, namun Anda harus tetap menjaga kewarasan diri. Hal ini perlu menjadi prioritas utama agar Anda memiliki energi untuk melakukan perubahan positif. (Sumber: Kemkomdigi RI)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....