Henti Jantung Mendadak: Kondisi Gawat yang Mengancam Nyawa

  • 25 Jan 2026 05:31 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) adalah kondisi medis serius ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak secara efektif. Akibatnya, aliran darah ke otak dan organ vital lain terhenti, sehingga penderita dapat kehilangan kesadaran dalam hitungan detik dan berisiko meninggal jika tidak segera ditangani.

Apa yang Terjadi Saat Henti Jantung Mendadak?

Henti jantung mendadak biasanya disebabkan oleh gangguan irama jantung (aritmia), terutama fibrilasi ventrikel. Jantung bergetar tidak teratur dan tidak mampu memompa darah.

Kondisi ini berbeda dengan serangan jantung, meskipun keduanya saling berkaitan. Serangan jantung terjadi karena sumbatan pembuluh darah jantung, sementara henti jantung adalah kegagalan sistem listrik jantung.

Penyebab dan Faktor Risiko

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak antara lain:

* Penyakit jantung koroner

* Riwayat serangan jantung

* Kelainan irama jantung bawaan

* Gagal jantung

* Gaya hidup tidak sehat (merokok, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang)

* Penyalahgunaan narkoba atau alkohol

Menariknya, henti jantung mendadak juga bisa terjadi pada orang yang tampak sehat. Bisa saja terjadi pada atlet, akibat kelainan jantung yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Henti jantung mendadak sering terjadi tanpa peringatan, namun beberapa tanda yang bisa muncul sesaat sebelumnya meliputi nyeri dada, sesak napas, pusing atau jantung berdebar, dan pingsan mendadak. Ketika henti jantung terjadi, penderita akan kolaps, tidak bernapas normal, dan tidak memiliki denyut nadi.

Penanganan Darurat

Henti jantung mendadak adalah keadaan gawat darurat medis. Penanganan cepat sangat menentukan keselamatan korban. Langkah penting yang perlu dilakukan:

1. Segera hubungi layanan darurat medis.

2. Lakukan resusitasi jantung paru (RJP/CPR) jika mampu.

3. Gunakan AED (Automated External Defibrillator) bila tersedia.

Setiap menit tanpa pertolongan akan menurunkan peluang hidup secara drastis. Upaya pencegahan juga dapat dilakukan, seperti menjaga kesehatan jantung dengan pola hidup sehat, rutin memeriksakan kesehatan, terutama bagi yang memiliki faktor risiko, menghindari rokok dan alkohol berlebihan, serta mengelola stres dan berolahraga secara teratur.

Henti jantung mendadak adalah kondisi yang mematikan namun dapat diselamatkan dengan penanganan cepat dan tepat. Edukasi masyarakat tentang tanda bahaya, CPR, dan penggunaan AED sangat penting untuk meningkatkan angka keselamatan. Menjaga kesehatan jantung sejak dini adalah langkah terbaik untuk mencegah terjadinya henti jantung mendadak. (Sumber: keslan.kemkes.go.id).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....