Rokok, Pemicu Kanker Leher Rahim dan Ancaman Global

  • 04 Okt 2025 21:44 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan ancaman serius bagi wanita di seluruh dunia. Jenis kanker ini menduduki urutan ketiga global sebagai penyakit kanker yang paling banyak terjadi, sekaligus menjadi penyebab kematian terbanyak di negara-negara berkembang. Salah satu faktor risiko utama di balik angka mengerikan ini adalah kebiasaan merokok.

Merokok: Lebih dari Sekadar Kanker Paru

Merokok selama ini dikenal sebagai pemicu utama kanker paru, namun kebiasaan buruk ini ternyata memiliki risiko besar memicu kanker leher rahim.

Merokok terbukti mampu bekerja sama dengan virus HPV (Human Papillomavirus) dalam menyebabkan perubahan sel leher rahim, dari normal menjadi sel kanker. Wanita yang merokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita yang tidak merokok untuk mengalami kanker leher rahim. Parahnya, zat yang merupakan produk sampingan rokok dapat ditemukan pada lendir leher rahim orang yang merokok.

Ancaman Bagi Perokok Pasif dan Faktor Risiko Lainnya

Risiko ini tidak hanya mengintai perokok aktif. Perokok pasif juga rentan karena menghirup zat kimia penyebab kanker yang terkandung dalam asap rokok. Zat berbahaya ini terhirup melalui paru-paru dan terbawa aliran darah ke seluruh tubuh.

Baca Juga: Bahaya Kimiawi Vape Tingkatkan Risiko Kesehatan Remaja

Selain merokok dan infeksi HPV, berbagai faktor lain yang dapat meningkatkan kejadian kanker leher rahim antara lain:

· Sistem imun yang lemah.

· Infeksi bakteri Chlamydia.

· Diet rendah buah dan sayur.

· Berat badan berlebih (obesitas).

· Riwayat penggunaan pil kontrasepsi dalam waktu lama.

Upaya Pencegahan Terbaik

Mengingat bahaya tersebut, ada dua langkah utama yang sangat penting dilakukan untuk menurunkan angka kejadian kanker leher rahim: vaksinasi terhadap kuman HPV dan menghindari rokok serta asap rokok.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko terkena kanker serviks adalah dengan berhenti merokok. Ketika seseorang berhenti merokok, risikonya akan terus menurun seiring berjalannya waktu. Bahkan, risiko seseorang yang telah berhenti merokok selama 20 tahun atau lebih dapat menjadi sama dengan seseorang yang tidak pernah merokok sama sekali.

Segera hentikan kebiasaan merokok dan mulai terapkan gaya hidup sehat secara konsisten. Berhenti merokok tidak hanya mengurangi risiko kematian dini, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kualitas hidup. (Sumber: Kemenkes RI).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....