Dampak Gemar Mengonsumsi Minuman Manis

  • 07 Agt 2025 06:13 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Gemar mengonsumsi minuman manis secara rutin bisa memberikan dampak jangka panjang yang serius terhadap kesehatan fisik, metabolik, dan kualitas hidup. Kementerian Kesehatan RI secara konsisten mendorong regulasi, edukasi, dan reformulasi untuk meminimalkan risiko ini.

Menurut Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, konsumsi gula berlebih, baik dari makanan maupun minuman dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius seperti hiperglikemia (gula darah tinggi), obesitas, dan diabetes melitus. Sebuah studi oleh Harvard University menemukan bahwa mengonsumsi 2–6 gelas minuman manis per minggu meningkatkan risiko kematian sebesar 6 persen.

Konsumsi harian minuman manis dalam jangka 5–7 tahun dapat memicu penyakit hati berlemak non alkoholik. Selain itu, gula juga memicu pertumbuhan bakteri mulut yang memproduksi asam, mengikis enamel dan menyebabkan gigi berlubang.

Oleh karena itu, Kemenkes RI mengeluarkan pedoman konsumsi gula harian. Batas konsumsi gula tambahan ≤ 50 gram/hari (setara 4 sendok makan) berdasarkan Permenkes No. 30 Tahun 2013 dan diperbarui oleh Permenkes No. 63 Tahun 2015.

Mulailah kebiasaan untuk mengurangi gula, perbanyak air putih, dan batasi konsumsi minuman manis. Jaga kesehatan diri dan keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....