Waspadai Anthrax, Penyakit Hewan Menular yang Berbahaya
- 22 Jul 2025 13:59 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Antraks merupakan penyakit hewan menular yang sangat berbahaya karena dapat menular ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, yang dapat bertahan lama di tanah dalam bentuk spora dan menyebar melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi.
Dilansir dari situs resmi ayosehat.kemkes.go.id, bakteri penyebab antraks tergolong gram positif, hidup dengan oksigen (aerob), dan membentuk spora di lingkungan yang cukup oksigen. Di dalam tubuh hewan atau bangkai yang tidak dibuka, bakteri tetap aktif namun tidak berspora karena kekurangan oksigen.
Hewan berdarah panas seperti sapi, kambing, kerbau, kuda, babi, rusa, hingga satwa liar termasuk kelompok yang rentan terhadap antraks. Sementara itu, hewan berdarah dingin tidak peka terhadap penyakit ini.
Gejala Antraks pada Hewan
- Bentuk perakut (sangat mendadak):
Biasanya menyerang kambing dan domba. Hewan mati mendadak karena pendarahan otak, menunjukkan gejala berputar-putar, gigi gemeretak, dan darah keluar dari lubang tubuh (telinga, hidung, anus, kelamin). - Bentuk subakut:
Terjadi pembengkakan pada kelenjar di sekitar tenggorokan karena bakteri terlokalisasi di area tersebut. - Bentuk akut:
Hewan mengalami demam tinggi (41–42°C), gelisah, sesak napas, jantung berdebar cepat, kejang, lalu mati dalam 1–3 hari. Pada sapi, tampak pembengkakan cepat di leher, dada, dan alat kelamin, serta keluar darah encer dari lubang tubuh. - Bentuk kronis:
Muncul luka pada lidah dan tenggorokan, sering terjadi pada babi. Pada sapi, penyakit bisa berlangsung hingga dua bulan.
Gejala Antraks pada Manusia
- Antraks Kulit (Cutaneous Anthrax):
- Muncul 2–7 hari setelah kontak dengan hewan atau spora antraks.
- Terjadi di bagian tubuh terbuka seperti tangan, kaki, leher, atau wajah.
- Muncul luka hitam (eschar) yang khas.
- Muncul 2–5 hari setelah mengonsumsi daging terinfeksi.
- Gejalanya antara lain demam, gangguan menelan, mual, muntah, diare, sakit perut hebat, perut bengkak, hingga BAB dan muntah darah.
- Salah satu bentuk paling mematikan.
- Gejalanya meliputi demam, lemah, batuk kering, sesak napas, dan denyut jantung cepat.
Penularan Antraks:
- Kontak kulit:
Terjadi saat kulit bersentuhan langsung dengan hewan atau produk hewan yang mengandung spora (cutaneous anthrax). - Inhalasi:
Terhirupnya spora saat menangani produk hewan seperti kulit dan bulu yang terkontaminasi (inhalation anthrax). - Pencernaan:
Mengonsumsi daging dari hewan yang terinfeksi (gastrointestinal anthrax). - Tidak menular antar manusia:
Antraks hanya menular dari hewan ke manusia, tidak dapat menular dari manusia ke manusia.
Antraks yang bersifat mematikan dan dapat menular ke manusia menjadi alasan penting bagi masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor peternakan dan kesehatan hewan, untuk meningkatkan kewaspadaan. Deteksi dini, penggunaan alat pelindung diri, serta penanganan bangkai hewan secara tepat menjadi langkah krusial dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....