Bahaya Narkoba bagi Kesehatan Mental
- 15 Jan 2025 09:05 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Narkoba (narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya) telah menjadi masalah global yang serius, tidak hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga bagi kesehatan mental penggunanya. Meskipun sering kali dikaitkan dengan kerusakan fisik, efek jangka panjang narkoba pada kesehatan mental dapat menjadi lebih merusak, karena mempengaruhi otak, emosi, dan perilaku seseorang.
Narkoba bekerja dengan mengubah fungsi kimiawi otak, yang dapat memengaruhi cara otak merespons rangsangan, memproses informasi, dan mengatur emosi. Penggunaan narkoba, baik jangka pendek maupun panjang, dapat merusak struktur dan fungsi otak, mengganggu proses berpikir, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Beberapa jenis narkoba, seperti kokain, ekstasi, dan methamphetamine, dapat menyebabkan perubahan permanen pada otak yang meningkatkan risiko gangguan mental yang lebih berat, seperti:
1. Depresi
Penggunaan narkoba dapat menyebabkan gangguan mood yang serius, salah satunya adalah depresi. Meskipun narkoba mungkin memberikan efek euforia sementara, dalam jangka panjang, pengguna sering merasakan penurunan suasana hati, kelelahan, dan ketidakmampuan untuk menikmati aktivitas yang sebelumnya menyenangkan.
2. Kecemasan dan Serangan Panik
Banyak pengguna narkoba melaporkan perasaan cemas atau panik yang meningkat setelah menggunakan zat terlarang. Narkoba dapat mengganggu keseimbangan kimiawi di otak yang bertanggung jawab atas perasaan tenang dan stabil, menyebabkan individu merasa tertekan atau takut secara berlebihan. Pada beberapa kasus, pengguna narkoba bisa mengalami serangan panik yang parah, dengan gejala seperti detak jantung yang cepat, perasaan tercekik, atau ketakutan yang tidak masuk akal.
3. Psikosis
Penggunaan narkoba, terutama yang bersifat halusinogen seperti LSD, psilocybin, atau methamphetamine, dapat memicu psikosis. Pengguna bisa mengalami halusinasi visual atau pendengaran, serta kehilangan kontak dengan kenyataan. Psikosis yang disebabkan oleh narkoba sering kali disertai dengan kebingungannya pikiran, paranoia, dan delusi, yang dapat berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu setelah penggunaan.
4. Gangguan Kognitif dan Perilaku
Selain perubahan emosi, penggunaan narkoba jangka panjang dapat merusak kemampuan kognitif seseorang. Pengguna dapat mengalami kesulitan dalam mengingat informasi, mengatur waktu, dan memecahkan masalah. Perilaku impulsif atau agresif juga dapat muncul, dan individu yang sebelumnya tenang dan terkendali bisa menjadi lebih mudah marah atau tersinggung.
Kementerian Kesehatan RI melalui situs resminya mengingatkan bahwa dampak buruk narkoba tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik dan mental saja, tapi juga kualitas hidup penggunanya hingga ke masa depan. Untuk itu, pahami sebaik-baiknya bahaya narkoba bagi kesehatan mental dan fisik, serta lakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
Perkuat hubungan dengan keluarga dan orang-orang di sekitar, dan carilah bantuan profesional, seperti psikolog dan konselor, jika Anda atau anggota keluarga terjebak dalam jeratan narkoba. Semakin cepat ditangani dengan tepat, semakin cepat Anda dapat melepaskan diri dari ketergantungan pada narkoba.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....