Penyebab Sariawan pada Anak
- 09 Okt 2024 16:11 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Stomatitis aphtosa atau yang lebih dikenal dengan istilah sariawan merupakan masalah yang terjadi pada mulut ketika muncul permukaan cekung berwarna putih kekuningan. Sariawan akan ditandai dengan rasa perih karena lepuhannya. Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab sariawan pada anak termasuk infeksi virus autoimun, kekurangan gizi hingga sensitivitas terhadap makanan tertentu. Sama seperti orang dewasa, anak-anak pun dapat mengalami sariawan.
Meskipun kondisi ini cukup sering, bukan berarti sariawan dapat disepelekan begitu saja karena sariawan dapat berdampak pada keseharian anak, misalnya jadi sulit makan dan minum serta terasa nyeri saat bicara. Karena itu, penting bagi orang tua untuk membantu anak dalam mengatasi sariawan ini agar anak tetap bisa melakukan aktivitasnya.
Sariawan pada anak merupakan masalah rongga mulut yang sering dijumpai dan sariawan dapat terjadi di bagian bibir, pipi bagian dalam, permukaan gusi dan lidah. Jika ibu mendapati Si Kecil sering mengalami sariawan, mungkin penyebabnya adalah virus dan sebagian anak bahkan bisa mengalami penurunan berat badan karena tidak nafsu makan akibat sariawan.
Umumnya gejala yang dirasakan pada saat anak sariawan antara lain, nyeri yang sangat menggangu, gatal, sensasi terbakar, bahkan dapat disertai gejala sistemik, seperti demam, lemas, sulit menelan dan pembengkakan kelenjar getah bening pada leher. Sariawan terjadi akibat terjadinya trauma pada mulut, seperti makan makan keras, menyikat gigi terlalu keras, juga bisa disebabkan oleh luka karena tidak sengaja tergigit pada saat makan. Makanan yang dikonsumsi anak juga dapat memicu terjadinya sariawan akibat alergi makanan tertentu atau kekurangan vitamin yang dipicu oleh anak yang suka memilih-milih makanan.
Sariawan dapat diobati dengan bahan alami yang terdapat pada makanan dengan memperbanyak asupan sayur dan buah-buahan yang kaya akan vitamin C, B, folat, dan zat besi. Bisa juga mengkonsumsi suplemen Vitamin C dan Vitamin B dan sariawan biasanya sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua minggu. Terpenting, saat anak mengalami sariawan, pastikan kebutuhan cairannya terpenuhi. Sebab tak jarang anak menjadi malas makan dan minum saat mengalaminya. Tetap berikan cairan seperti susu, ASI, air putih, maupun jus buah yang dingin agar terhindar dari dehidrasi.
Selain itu, berikan anak makanan yang lunak dan dingin seperti yoghurt, kentang tumbuk, puree buah dan sayur, agar-agar dingin, puding, dan es krim. Hindari dahulu memberikan makanan yang panas dan pedas. Meski sariawan terasa sakit, jangan lupa tetap ajarkan anak untuk menjaga kebersihan rongga mulut supaya kuman di mulut tidak menumpuk dan memperparah kondisi sariawan. Apabila sariawan tidak kunjung sembuh dan sering berulang, sebaiknya bawa anak ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. (Sumber: halodoc).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....