Fakta Unik Flamingo: Terlahir Abu-Abu, Merah Muda karena Makanan 'Beracun'

  • 24 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Selama ini, burung flamingo selalu diidentikkan dengan bulunya yang anggun berwarna merah muda menyala. Namun, sebuah fakta ilmiah mengejutkan mengungkapkan sisi lain dari burung berkaki jenjang ini yaitu flamingo sebenarnya tidak terlahir berwarna merah muda, melainkan abu-abu.

Warna merah muda ikonis yang kita lihat hari ini adalah hasil dari diet ekstrem dan kemampuan bertahan hidup di lingkungan yang paling mematikan di bumi.

Metamorfosis Warna dari Udang dan Ganggang

Saat menetas dari telurnya, anak burung flamingo memiliki bulu halus berwarna abu-abu keperakan. Perubahan warna tubuh mereka baru terjadi seiring bertambahnya usia, yang sepenuhnya dipicu oleh apa yang mereka makan.

Makanan utama flamingo terdiri dari udang air asin dan ganggang hijau-biru. Kedua sumber makanan ini kaya akan senyawa pewarna merah muda alami yang disebut canthaxanthin.

Saat flamingo mencerna makanan tersebut, pigmen merah muda ini diserap oleh lemak tubuh dan dialirkan ke dalam pertumbuhan bulu baru mereka. Proses ini terjadi secara bertahap hingga seluruh tubuh mereka berubah warna menjadi merah muda cerah.

Bertahan Hidup di Danau Beracun yang Ekstrem

Mengapa flamingo harus memakan makanan yang memicu perubahan warna tersebut? Jawabannya terletak pada pilihan habitat mereka yang ekstrem.

Dr. Paul Rose, seorang zoologis terkemuka dari Universitas Exeter, menjelaskan bahwa flamingo memiliki kecenderungan untuk tinggal di wilayah rawa-rawa atau danau pedalaman yang sangat sulit dihuni oleh makhluk hidup lain.

"Flamingo cenderung tinggal di wilayah rawa-rawa yang sulit dihuni dan agak terpencil, seperti danau-danau dengan tingkat pH yang sangat tinggi sehingga dapat merusak kulit manusia," ungkap Dr. Rose.

Di lingkungan ekstrem yang tidak ramah bagi manusia dan predator lain itulah, flamingo justru menemukan "surga" makanan yang melimpah dan belum dimanfaatkan oleh spesies lain. Sumber pangan tersebut meliputi:

  • Krustasea (seperti udang air asin)

  • Cyanobacteria (bakteri fotosintetik)

  • Alga diatom

Kemampuan Mengolah Senyawa Kimia

Fakta Mengejutkan, Sumber makanan di danau ekstrem ini sebenarnya mengandung senyawa kimia bernama karotenoid. Bagi mayoritas hewan lain di bumi, senyawa ini bisa sangat berbahaya atau bahkan beracun jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Namun, evolusi telah membekali flamingo dengan sistem metabolisme tubuh yang luar biasa. Alih-alih keracunan, tubuh flamingo mampu memproses dan mengubah senyawa kimia karotenoid tersebut menjadi pigmen warna yang mempercantik penampilan mereka.

Warna merah muda pada flamingo bukan sekadar hiasan visual, melainkan sebuah simbol kemenangan evolusi—sebuah bukti bagaimana seekor makhluk hidup mampu mengubah lingkungan yang beracun menjadi sumber kekuatan dan keindahan.

(Sumber: yupiland.com)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....