Sejarah Cirebon Dijuluki Kota Udang

  • 07 Jun 2026 05:16 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan - Bagi banyak orang yang melintasi jalur Pantai Utara Jawa, nama Cirebon terasa akrab sekaligus penuh lapisan cerita. Kota ini bukan sekadar titik singgah antara Jakarta dan Jawa Tengah, melainkan simpul sejarah yang panjang, tempat pertemuan budaya, perdagangan, dan tradisi pesisir yang membentuk identitasnya selama berabad-abad.

Di antara banyak julukan yang pernah melekat, sebutan Kota Udang adalah yang paling bertahan lama, bahkan terasa lebih tua dibanding identitas administratif atau branding modern kota itu sendiri.

Julukan Kota Cirebon sebagai Kota Udang berasal dari gabungan dua kata dalam bahasa Sunda Kuno: Ci “Air” dan Rebon “Udang Kecil”. Nama ini mencerminkan sejarah wilayah tersebut yang sejak dulu menjadi pusat penghasil utama terasi dan udang rebon, sebuah sumber daya bahari yang sangat melimpah di pesisir pantai utara Jawa.

Mengulik Sejarah Sepatu Tertua di Dunia yang Ditemukan Arkeolog

Sebelum bernama Cirebon, wilayah ini dikenal sebagai Caruban atau bermakna campuran atau perbauran, karena menjadi titik pertemuan berbagai budaya dan pedagang. Seiring waktu, kata Caruban berubah lafal menjadi Carbon, Cerbon, hingga Cirebon.

Dengan melihat perjalanan panjang ini, julukan Kota Udang bukan sekadar label yang ditempelkan dari luar. Ia adalah hasil dari proses historis yang panjang, mulai dari bahasa, aktivitas ekonomi, hingga pengakuan politik. Udang dalam konteks Cirebon bukan hanya komoditas, tetapi juga penanda identitas yang terbentuk secara organik.

Julukan itu nampak sederhana, tetapi di baliknya tersimpan sejarah yang kompleks. Sebuah cerita tentang bagaimana sesuatu yang kecil seperti udang rebon bisa membentuk identitas kota selama ratusan tahun, melampaui perubahan zaman, dan tetap bertahan sebagai bagian paling dasar dari ingatan kolektif masyarakatnya. (Sumber: Ayojelajah.id)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....