Floriography : Pesan Rahasia lewat Bunga yang Populer pada Abad Ke-19

  • 21 Mei 2026 17:11 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Floriography atau bahasa bunga berawal dari zaman Mesir Kuno. Kemudian makin populer lagi pada zaman Kekaisaran Ottoman pada abad ke-17 dan dari situlah floriography menyebar hingga ke wilayah Eropa

RRI.CO.ID, Nunukan: Selama ini mungkin kamu sudah familiar dengan metode mengungkapkan perasaan melalui bunga. Namun, apakah kamu tahu bagaimana sejarah dari floriography atau bahasa bunga ini?

Melansir dari The Royal Horticultural Society, pada tahun 1820-an hingga 1880-an orang-orang di Inggris dan Amerika menggunakan bunga sebagai media komunikasi. Cara ini lumrah digunakan terutama ketika sedang mencari pasangan hidup dan ingin mendekati pujaan hati secara halus namun tetap berkesan romantis dan gentleman.

Meskipun populer pada masa era Victoria di Inggris, melansir dari Royal Bloom bahwa sebetulnya asal mula bahasa bunga ini datang dari Mesir sejak ribuan tahun lalu. Pada saat itu bunga diasosiasikan dengan dewa-dewa dan juga soal kelahiran kembali.

Penggunaan floriography atau bahasa bunga ini semakin populer lagi terutama pada abad ke-17 pada masa pemerintahan Ottoman, dengan tradisi bernama Selam. Dari sinilah bahasa bunga mulai menyebar ke daratan Eropa.

Lady Mary Wortley Montagu, istri dari duta besar Inggris untuk Kekaisaran Ottoman, mendokumentasikan kebiasaan-kebiasaan ini dan memperkenalkannya kepada masyarakat Inggris melalui surat-surat yang ditulisnya.

Menariknya, floriography tidak hanya digunakan untuk mengekspresikan perasaan antar kekasih, tetapi juga kedalam film dan karya literatur. Contohnya adalah bunga mawar dalam Beauty and the Beast, tulip dalam karya The Handmaid’s Tale kemudian bunga daisy dan mawar dalan The Great Gatsby.

(Sumber: The Royal Horticultural Society, Royal Bloom dan Flower Patch Delivery)

BACA JUGA: Top 5 Bunga Paling Populer dalam Acara Pernikahan, Kamu Wajib Tahu!

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....