Rahasia Biru di Kedalaman Laut: Mengenal Sistem Kardiovaskular Unik Gurita
- 21 Mei 2026 12:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan — Lautan selalu menyimpan misteri yang tak ada habisnya, dan salah satu penghuninya yang paling memukau adalah gurita. Selain dikenal karena kecerdasannya yang luar biasa seperti mampu memecahkan labirin hingga membuka toples, makhluk sefalopoda ini ternyata memiliki keajaiban anatomi yang tampak seperti datang dari planet lain: mereka memiliki tiga jantung dan darah berwarna biru.
Bagi manusia, hal ini mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah. Namun, bagi gurita, adaptasi ekstrem ini adalah kunci utama kelangsungan hidup mereka di lingkungan laut yang minim oksigen dan bertekanan tinggi.
Tiga Jantung, Satu Misi Kehidupan
Sistem peredaran darah gurita bekerja dengan pembagian tugas yang sangat spesifik dan efisien. Tidak tanggung-tanggung, evolusi membekali mereka dengan tiga organ pemompa darah sekaligus:
Dua Jantung Cabang (Jantung Insang): Terletak di dekat insang mereka. Tugas utamanya adalah memompa darah yang kekurangan oksigen langsung ke insang untuk menyerap oksigen dari air laut.
Satu Jantung Sistemik: Ini adalah jantung utama. Setelah darah kaya akan oksigen dari insang, jantung sistemik mengambil alih untuk memompa darah tersebut ke seluruh tubuh, menyuplai organ-organ dan otot-otot gurita yang aktif.
Baca juga: Makhluk Hidup yang Bisa Hidup Selamanya
Menariknya, ada efek samping yang cukup unik dari sistem ini. Ketika gurita berenang dengan cepat, jantung sistemik mereka sebenarnya akan berhenti berdetak sesaat karena tekanan fisik. Itulah mengapa gurita lebih suka merayap di dasar laut daripada berenang dalam waktu lama karena berenang benar-benar membuat mereka kelelahan.
Mengapa Darahnya Berwarna Biru?
Jika darah manusia berwarna merah karena zat besi dalam hemoglobin, darah gurita berwarna biru pekat karena zat yang sama sekali berbeda. Gurita menggunakan protein berbasis tembaga yang disebut hemosianin untuk mengikat oksigen sehingga ketika hemosianin mengikat oksigen, ia mengubah warna darah menjadi biru tua.
| Baca juga: Keping Rahasia Terakhir |
Selain itu, hal ini juga dikarenakan adaptasi ekstrem. Hemosianin jauh lebih efisien daripada hemoglobin dalam mengangkut oksigen di lingkungan laut yang sangat dingin dan rendah oksigen, seperti di kedalaman samudra sehingga tanpa darah biru ini, gurita tidak akan bisa bertahan hidup di zona laut dalam.
Mahluk Cerdas yang Menantang Batas
Kombinasi antara tiga jantung, darah berbasis tembaga, dan sistem saraf pusat yang sangat maju menjadikan gurita sebagai salah satu evolusi paling sukses di bumi. Mereka adalah bukti nyata bagaimana alam bawah laut membentuk anatomi makhluk hidup secara radikal demi beradaptasi dengan lingkungan yang keras.
Jadi, saat berikutnya Anda melihat video gurita yang cerdik di internet, ingatlah bahwa di balik kulitnya yang bisa berubah warna, ada tiga jantung yang sedang berdetak dan darah biru yang mengalir deras, menjaga sang maestro laut tetap hidup.
(Sumber: plantbasedtreaty.org)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....