Hujan Meteor Eta Aquarid Hiasi Langit Awal Mei 2026
- 07 Mei 2026 09:41 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Fenomena astronomi hujan meteor Eta Aquarid kembali menghiasi langit malam dan mencapai puncaknya pada awal Mei ini. Fenomena ini dapat disaksikan di belahan bumi Utara maupun Selatan, terutama pada waktu menjelang fajar.
Meteor ini berasal dari sisa-sisa partikel komet dan pecahan asteroid. Saat mengorbit matahari, komet meninggalkan jejak debu yang panjang.
Setiap tahun, bumi melewati jalur puing tersebut hingga menyebabkan partikel-partikel komet bertabrakan dengan atmosfer kita. Gesekan ini kemudian menghancurkan puing dan menghasilkan garis-garis api berwarna-warni yang tampak indah di langit malam.
Serpihan ruang angkasa yang menciptakan Eta Aquarid ini berasal dari komet legendaris, 1P/Halley. Setiap kali Komet Halley kembali ke tata surya bagian dalam, intinya melepaskan lapisan es dan batu ke luar angkasa.
Debu-debu inilah yang menjadi cikal bakal hujan meteor Eta Aquarid pada bulan Mei dan Orionid pada bulan Oktober. Nama Eta Aquarid sendiri diambil dari titik pancarnya di langit, yaitu rasi bintang Aquarius.
Berdasarkan data astronomi, puncak hujan meteor ini terjadi pada Selasa (5/5) hingga Rabu (6/5) dini hari. Meskipun Eta Aquarid lebih optimal diamati dari Belahan Bumi Selatan, masyarakat di Belahan Bumi Utara masih dapat menyaksikan fenomena ini dengan intensitas yang lebih rendah.
Cara terbaik untuk menyaksikan hujan meteor ini adalah dari lokasi yang memiliki kondisi langit gelap total. Oleh karena itu, anda disarankan untuk mencari tempat yang lapang dan jauh dari polusi lampu kota agar keindahan "bintang jatuh" ini terlihat lebih jelas.
Sumber: NASA dan The Planetary Society
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....