Fakta Unik Penguin Kaisar, Sang Penyelam Ulung dari Antartika

  • 28 Apr 2026 04:42 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Dari 18 spesies penguin di dunia, penguin kaisar (Emperor Penguins) memegang predikat sebagai yang terbesar. Tak hanya mampu bertahan di suhu ekstrem, burung laut ini dikenal sebagai penyelam ulung yang sanggup menembus kegelapan samudera hingga ratusan meter.

Jenis penguin ini hanya ditemukan di Antartika. Mereka berkembang biak dan membesarkan anak-anaknya di atas platform es laut terapung yang terhubung dengan daratan atau lapisan es permanen.

Penguin kaisar adalah satu-satunya spesies berdarah panas di Antartika yang berkembang biak selama musim dingin austral (selatan). Suhu dapat turun hingga -60°C dengan angin mencapai 200 km/jam.

Meski begitu, mereka berukuran lebih kecil jika dibandingkan dengan penguin purba. Merujuk pada temuan fosil penguin purba yang ditemukan di Semenanjung Antartika, diperkirakan spesies tersebut hidup sekitar 37 juta tahun lalu memiliki tinggi 2 meter dan berat 115 kg.

Ayah Teladan

Saat betina pergi ke laut untuk mencari makan, jantan tetap tinggal untuk mengerami telur di atas kaki mereka dalam kantung pengeraman (brood pouch) yang hangat. Selama masa pengeraman yang berlangsung sekitar dua bulan, penguin jantan tidak makan sama sekali dan bertahan hidup hanya dari cadangan lemak tubuh mereka.

Mereka berkerumun bersama dalam kelompok besar untuk menjaga kehangatan tubuh di tengah kegelapan musim dingin yang membeku. Bak atlet, Penguin kaisar adalah penyelam ulung yang bisa menyelam hingga kedalaman 564 meter dengan durasi penyelaman terlama nyaris 28 menit.

Kemampuan ini memungkinkan penguin kaisar menjangkau mangsa yang sulit diakses oleh burung laut lainnya. Penguin kaisar memiliki tinggi sekitar 120 cm atau setara dengan anak usia enam tahun dan berat sekitar 40 kg, menjadikannya yang terbesar dari 18 spesies penguin yang ada saat ini.

Saat ini, ada sekitar 595 ribu penguin kaisar dewasa yang hidup di alam liar. WWF mendanai penelitian di Antartika untuk memahami spesies ini guna mendorong pembentukan kawasan konservasi perairan serta melindunginya dari dampak perubahan iklim.

Selama 15 tahun terakhir, para ilmuwan dari British Antarctic Survey (BAS) mencari koloni baru melalui citra satelit dengan mendeteksi noda kotoran mereka (guano) pada es. Saat ini, terdapat 66 koloni yang diketahui, di mana setengahnya ditemukan melalui teknologi satelit.

Untuk bertahan hidup di lingkungan ekstrem, mereka memiliki dua lapis bulu yang sangat rapat, cadangan lemak yang tebal, serta paruh dan sirip yang secara proporsional lebih kecil dibandingkan penguin lain untuk meminimalkan hilangnya panas. Kaki mereka pun mengandung lemak khusus yang mencegah pembekuan serta cakar kuat untuk mencengkeram es.

Meski begitu, spesies ini terancam punah di tahun 2100 mendatang akibat hilangnya es laut yang menjadi habitat utama mereka. Untuk itu, masa depan penguin kaisar sangat bergantung pada aksi iklim.

Sumber: WWF

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....