Fenomena ‘Kontrak Asmara’

  • 24 Apr 2026 10:55 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Di tengah maraknya tren romansa instan di platform digital, penulis Nikmatusal menghadirkan sebuah narasi mendalam melalui karyanya yang bertajuk Pacar Bohongan. Novel ini bukan sekadar romansa remaja biasa, melainkan sebuah potret dinamika psikologis tentang kejujuran, tekanan sosial, dan batasan antara kepura-puraan dengan realitas perasaan.

Premis Klasik, Eksekusi Unik

Cerita berpusat pada tokoh utama, Fara, yang terjebak dalam situasi pelik yang menuntutnya untuk memiliki pasangan dalam waktu singkat. Tekanan lingkungan—yang sering menjadi isu sentral dalam kehidupan dewasa muda di Indonesia—memaksa Fara melakukan kesepakatan nekat: menjalin hubungan settingan dengan seorang pria bernama Arka.

Nikmatusal membangun struktur plot dengan pola yang rapi:

  • Awal: Kesepakatan pragmatis demi kepentingan masing-masing.

  • Tengah: Konflik internal saat "topeng" profesionalitas mulai retak oleh emosi asli.

  • Akhir: Konfrontasi dengan kenyataan dan pilihan untuk berhenti bersandiwara.

Analisis Konflik: Antara Ego dan Ekspektasi

Secara jurnalistik, novel yang di terbitkan oleh Zettu pada Mei 2014 ini, menyoroti fenomena fake dating yang sering kali menjadi pelarian dari standar sosial yang toksik. Arka, yang digambarkan memiliki karakter dingin namun menyimpan sisi protektif, menjadi katalisator perubahan karakter Fara.

Penulis berhasil mengeksplorasi bagaimana sebuah kebohongan yang direncanakan secara sistematis justru sering kali mengungkap kebenaran yang selama ini dipendam oleh para tokohnya. Interaksi antara Fara dan Arka disusun melalui dialog-dialog yang kuat, mencerminkan ketegangan antara logika bisnis (kontrak) dan impuls hati.

Nilai Berita dan Relevansi

Karya ini memiliki daya tarik kuat bagi pembaca generasi Z dan Milenial karena mengangkat isu kedekatan yang lahir dari keterpaksaan. Nikmatusal menyampaikan pesan moral yang subtil: bahwa sebuah hubungan yang dibangun di atas pondasi kepalsuan akan selalu menemui titik nadir di mana kejujuran menjadi satu-satunya jalan keluar.

Melalui gaya bahasa yang lugas namun emosional, Pacar Bohongan berhasil mengamankan posisinya sebagai salah satu bacaan populer di kategori romantis-metropop. Buku ini mengingatkan pembaca bahwa dalam permainan "pura-pura", risiko terbesar bukanlah terbongkarnya rahasia, melainkan kehilangan jati diri dalam sandiwara tersebut.(Sumber: Buku kita.com).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....