Waspada Modus Penipuan 'Call Hening': Bisa Menguras Rekening

  • 22 Apr 2026 12:44 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan – Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital baru yang dikenal sebagai Silent Call atau "Call Hening". Berbeda dengan penipuan konvensional yang mengandalkan komunikasi dua arah, modus ini justru menggunakan keheningan sebagai senjata untuk menjerat korban.

Pakar keamanan siber melaporkan peningkatan aktivitas panggilan dari nomor tidak dikenal yang langsung terputus atau tidak mengeluarkan suara saat diangkat. Meski tampak sepele, panggilan ini merupakan tahap awal dari aksi pencurian data dan pembobolan saldo perbankan.

Cara Kerja Modus Call Hening

Modus ini bekerja dengan cara yang sangat sistematis dan memanfaatkan kecanggihan teknologi bot. Berikut adalah tahapan yang biasanya dilakukan pelaku:

  1. Validasi Nomor Aktif: Pelaku menggunakan sistem otomatis untuk melakukan panggilan ke ribuan nomor secara acak. Jika Anda mengangkat telepon tersebut (meski tidak ada suara), sistem pelaku akan mencatat nomor Anda sebagai "Nomor Aktif" yang responsif.

  2. Pencurian Data Identitas: Melalui teknologi AI tertentu, pelaku terkadang berusaha merekam suara korban saat menyapa ("Halo?", "Iya dengan siapa?"). Rekaman suara ini dapat disalahgunakan untuk memverifikasi perintah suara (voice command) pada aplikasi perbankan atau dompet digital.

  3. Rekayasa Sosial Lanjutan: Nomor yang terkonfirmasi aktif akan menjadi target utama untuk serangan tahap kedua, seperti pengiriman link Phishing melalui WhatsApp (modus kurir, undangan pernikahan, atau tagihan pajak).

Mengapa 'Call Hening' Berbahaya?

Bahaya utama dari Call Hening bukan terletak pada durasi teleponnya, melainkan pada data yang berhasil dikumpulkan oleh pelaku. Dengan mengetahui nomor Anda aktif dan memegang rekaman suara singkat, pelaku memiliki modal kuat untuk melakukan penyamaran identitas (impersonation).

Selain itu, beberapa kasus menunjukkan adanya teknik Wangiri, di mana pelaku sengaja mematikan telepon agar korban merasa penasaran dan menelepon balik. Melakukan telepon balik ke nomor luar negeri atau nomor premium tersebut dapat menyebabkan pulsa korban terkuras habis dalam sekejap.

Langkah Antisipasi dan Perlindungan Diri

Guna menghindari kerugian material maupun non-material, berikut adalah panduan aman yang disarankan oleh otoritas keamanan siber:

  • Abaikan Nomor Asing: Jangan terburu-buru mengangkat telepon dari nomor yang tidak dikenal, terutama yang berasal dari luar negeri (kode negara asing).

  • Gunakan Aplikasi Pelacak Nomor: Manfaatkan aplikasi seperti GetContact atau TrueCaller untuk melihat identitas pengirim telepon. Jika nomor ditandai sebagai "Spam" atau "Penipu", segera blokir.

  • Tetap Diam Saat Mengangkat: Jika terlanjur mengangkat, jangan mengeluarkan suara terlebih dahulu. Tunggu penelepon berbicara. Jika tetap hening selama 3-5 detik, segera tutup telepon.

  • Jangan Menelepon Balik: Seberapa pun penasarannya Anda, jangan pernah melakukan panggilan balik ke nomor asing yang hanya melakukan missed call.

  • Aktifkan Fitur 'Silence Unknown Callers': Pada pengguna iPhone maupun Android, terdapat fitur untuk membisukan secara otomatis panggilan dari nomor yang tidak ada di daftar kontak.

Tindakan Jika Menjadi Korban

Apabila Anda merasa telah memberikan informasi sensitif atau saldo rekening berkurang setelah berinteraksi dengan nomor mencurigakan, segera lakukan langkah berikut:

  1. Hubungi call center bank terkait untuk memblokir rekening atau kartu kredit.

  2. Ganti semua kata sandi (password) dan aktifkan Two-Factor Authentication (2FA) pada akun penting.

  3. Laporkan nomor pelaku ke aduannomor.id (Kemenkominfo) atau lapor.go.id untuk membantu memutus rantai penipuan.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Ketelitian dalam merespons komunikasi dari orang asing adalah kunci utama menjaga keamanan aset digital di era siber ini.

(Sumber: ig. @detektifpenipuan)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....