Mengenal Ikan Sapu-sapu, Sang 'Villain' Ekosistem Perairan

  • 22 Apr 2026 07:51 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Selama ini, ikan sapu-sapu sering dianggap sebagai 'ikan pembersih' karena memakan alga dan sisa organik di perairan. Faktanya, ikan sapu-sapu aslinya 'villain' atau penjahat utama karena bisa mengubah keseimbangan ekologi hingga merugikan ikan asli yang berdampak langsung kepada manusia.

Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) merupakan ikan asing introduksi yang dikenal sebagai spesies invasif dengan kemampuan reproduksi sangat tinggi. Dalam satu siklus, seekor betina mampu menghasilkan hingga 19.000 telur dan dapat berkembang biak beberapa kali dalam setahun.

Satu ekor ikan sapu-sapu jantan bisa membuahi dua ekor ikan betina dengan persentase kelangsungan hidup lebih dari 90 persen. Tak hanya itu, ikan ini mampu bereproduksi pada ukuran yang masih kecil (23,9–28,99 cm untuk jantan dan 13,0–25,98 cm untuk betina), sehingga mempercepat siklus invasi.

Ikan sapu-sapu mampu bertahan di kondisi paling ekstrem sekalipun, bahkan di air limbah, di mana ikan lainnya tidak bisa bertahan hidup. Inilah alasan kenapa populasinya membeludak dan mengusir ikan lokal asli Indonesia.

Selain mampu bertahan di kondisi air tercemar, ikan sapu-sapu nyaris tidak punya predator alami. Burung atau ikan besar pun kesulitan memakannya lantaran tekstur kulit yang keras dan berduri.

Di habitat aslinya yakni Sungai Amazon, predator alami ikan sapu-sapu adalah ikan Common Snook (Centropomus undecimalis), ikan Tarpon (Megalops atlanticus), buaya Spectacled Caiman (Caiman crocodilus), dan burung Neotropic Cormorant (Phalacrocorax brasilianus).

Ikan ini juga bersifat omnivora dan memiliki kemampuan adaptasi tinggi terhadap berbagai sumber makanan. Sehingga, ikan invasif asal Amerika Selatan ini adalah ancaman nyata bagi perairan air tawar kita.

Mereka akan memakan telur ikan lokal, seperti wader dan gabus sehingga populasi ikan lokal menurun drastis. Selain itu, kebiasaan mereka membuat lubang untuk bertelur di pinggiran sungan bisa memicu erosi dan longsor di bantaran sungai.

Ikan sapu-sapu juga mendominasi teritorial, di mana ada mereka, ikan lain biasanya terusir karena kalah saing memperebutkan makanan. Terakhir, mengonsumsi ikan sapu-sapu dari sungai tercemar bisa menyebabkan gangguan kesehatan serius karena kandungan logam beratnya yang tinggi.

Sumber: Instagram kkpgoid dan ipb.ac.id

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....