Mengagumi Kemegahan Arsitektur Gothic, 6 Ciri Khas yang Membuat Arsitektur Gothic
- 20 Apr 2026 16:51 WIB
- Nunukan
Poin Utama
- Arsitektur gothic terkenal akan kesan elegan, megah dan proses pembangunannya yang lama
- Lengkungan Runcing (Pointed Arch), Flying Buttress (Penopang Terbang), Rose Window (Jendela Kaca Besar), Stained Glass (Kaca Patri), Gargoyle dan Chimera, Menara Tinggi dan Runcing (Spire)
RRI.CO.ID,Nunukan: Arsitektur Gothic merupakan salah satu gaya arsitektur yang paling menonjol dan paling sering dikaitkan dengan bangunan keagamaan di Eropa, terutama pada Abad Pertengahan. Gaya ini dikenal karena punya ciri khas yang begitu elegan dan megah, serta mampu menggabungkan keindahan estetika dengan makna spiritual yang mendalam.
Apa bedanya arsitektur gothic dengan neo gothic? Gaya arsitektur neo gothic muncul pada abad ke-19 dan ke-20, merupakan adaptasi dari gaya Gothic dengan penyesuaian pada material, konstruksi, dan ornamen. Bangunan Neo Gothic biasanya menggunakan material modern seperti beton dan baja, serta memiliki desain yang lebih sederhana dibandingkan dengan Gothic asli.
Lengkungan Runcing (Pointed Arch)
Salah satu ciri khas paling mencolok dari arsitektur Gothic adalah penggunaan lengkungan yang meruncing ke atas, berbeda dengan lengkungan bundar yang sering ditemukan pada arsitektur Romanesque. Biasanya bisa ditemukan pada jendela, pintu, dan arkade. Kehadiran lengkungan ini memberikan kesan tinggi dan ramping pada bangunan, serta memungkinkan pembangunan dinding yang lebih tipis dan jendela yang lebih besar.
Flying Buttress (Penopang Terbang)
Flying buttress adalah struktur penopang yang sangat khas dalam arsitektur Gothic. Struktur penopang melengkung yang menopang dinding luar bangunan, terutama di bagian atas.
Bayangkan sebuah lengkungan besar yang menopang dinding bagian atas sebuah bangunan, tetapi tidak menyentuh dinding bagian bawah secara langsung. Lengkungan ini seolah terbang dan menopang dinding dari jarak tertentu. Flying buttress memungkinkan pembangunan dinding yang lebih tinggi dan tipis, serta memberikan kesan ringan dan anggun pada bangunan.
Rose Window (Jendela Kaca Besar)
Jendela melingkar besar yang seringkali dihiasi dengan kaca patri berwarna-warni. Rose window atau jendela mawar adalah salah satu ciri khas arsitektur Gothic yang berbentuk lingkaran atau poligon yang seringkali dihiasi dengan kaca patri berwarna-warni. Ternyata, rose window tidak hanya berfungsi sebagai sumber cahaya, tetapi juga sebagai elemen dekoratif yang indah dan simbolis.
Stained Glass (Kaca Patri)
Stained glass atau kaca patri adalah karya seni yang terbuat dari potongan-potongan kaca berwarna yang disusun dan disatukan dengan menggunakan timah atau logam lainnya. Kaca-kaca ini kemudian dipasang pada bingkai jendela atau panel untuk menciptakan gambar atau pola yang indah. Kaca patri berwarna-warni biasanya dipakai untuk menghiasi jendela-jendela bangunan Gothic. Kaca patri tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga sebagai media untuk menceritakan kisah-kisah agama dan sejarah.
Gargoyle dan Chimera
Gargoyle dan chimera adalah dua jenis dekorasi yang sering ditemukan pada bangunan-bangunan bergaya Gothic, terutama pada bagian luar seperti atap dan dinding. Meskipun keduanya sering dianggap sama, namun ternyata memiliki perbedaan.
Gargoyle berfungsi sebagai saluran air hujan. Air hujan yang mengalir di atap akan dialirkan melalui mulut gargoyle sehingga tidak merusak dinding bangunan. Biasanya gargoyle berbentuk makhluk mitologi yang menyeramkan seperti iblis, naga, atau hewan buas lainnya. Sedangkan chimera lebih berfungsi sebagai elemen dekoratif. Chimera sering dikaitkan dengan kekuatan alam yang liar dan tak terkendali.
Menara Tinggi dan Runcing (Spire)
Menara yang tinggi dan runcing merupakan ciri khas lain dari arsitektur Gothic. Menara ini memiliki makna simbolis yakni melambangkan hubungan antara manusia dan Tuhan dan juga berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan lonceng.
Menara ini biasanya dibangun di atas atap bangunan, terutama pada bagian tengah atau ujung bangunan, dengan bentuk tinggi, ramping dan runcing, untuk memberikan kesan megah dan menjulang tinggi, menjadi titik fokus visual dari bangunan.
(Sumber: UNIKOM dan Britannica)
BACA JUGA: Hagia Sophia, Wisata Arsitektur Islam yang Menakjubkan di Turki
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....