Perjalanan Hati - Menapaki Jejak Rasa

  • 17 Apr 2026 20:15 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan: Dalam hiruk-pikuk kehidupan modern, pencarian jati diri seringkali dimulai dari sebuah titik balik yang menyakitkan. Hal inilah yang menjadi ruh dalam novel Perjalanan Hati - Menapaki Jejak Rasa karya Riawani Elyta. Penulis asal Kepulauan Riau ini kembali mengajak pembacanya menyelami kedalaman emosi manusia melalui sebuah narasi yang kontemplatif dan menyentuh.

Labirin Emosi dan Kehilangan

Novel ini menyoroti lika-liku batin tokoh utamanya dalam menghadapi duka dan ketidakpastian. Riawani Elyta, yang dikenal dengan gaya bahasa yang puitis namun tetap membumi, berhasil memotret bagaimana sebuah perpisahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan gerbang menuju pemahaman diri yang lebih dewasa.

Secara tematik, buku yang di terbitkan oleh Rakbuku pada Oktober 2015 ini, bukan sekadar romansa biasa. Ia adalah sebuah catatan perjalanan spiritual dan emosional. Pembaca diajak untuk "menapaki" setiap jengkal rasa—mulai dari penolakan terhadap kenyataan, kemarahan pada keadaan, hingga akhirnya sampai pada titik penerimaan (acceptance).

Latar yang Menghidupkan Cerita

Salah satu kekuatan jurnalistik dalam narasi Elyta adalah kemampuannya mendeskripsikan latar tempat dengan sangat visual. Penggambaran suasana yang detail membuat pembaca seolah-olah ikut hadir di dalam ruang-ruang melankolis yang dihuni oleh para tokohnya. Hal ini memberikan dimensi realistis pada konflik batin yang sedang dialami, sehingga pesan moral yang ingin disampaikan terasa lebih organik.

Pesan Tentang Keteguhan

Melalui alur yang tertata, Perjalanan Hati menyampaikan pesan kuat tentang resiliensi. Bahwa setiap hati memiliki mekanisme penyembuhannya sendiri, asalkan pemiliknya berani menghadapi jejak-jejak masa lalu tanpa harus terus terbelenggu olehnya.

Buku ini menjadi pengingat penting bagi siapa saja yang sedang berjuang di persimpangan hidup: bahwa untuk melangkah maju, terkadang kita harus berani menoleh ke belakang sejenak untuk mengambil pelajaran, lalu melepaskannya dengan penuh keikhlasan. (Sumber: Buku kita.com).

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....