Mengenal Panda Merah: Satwa Eksotis Himalaya dengan Beragam Keunikan

  • 14 Apr 2026 14:18 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Jepang mengirimkan satwa eksotis panda merah ke Indonesia. Meskipun dinamakan panda merah, hewan eksotis ini tidak memiliki hubungan dekat dengan panda raksasa.

Panda merah termasuk ke dalam kelompok taksonomi Ailuridae yang memiliki ciri-ciri umum seperti rakun, musang, dan sigung. Sementara panda raksasa justru masuk dalam famili Ursidae yang merupakan spesies karnivora berukuran besar seperti beruang. Panda merah pertama kali ditemukan pada tahun 1825.

Dinamakan 'panda' karena spesies tersebut memiliki kebiasaan makan yang serupa di alam liar. Panda merah memiliki warna bulu putih dengan tanda coklat kemerahan yang memanjang dari mata hingga sudut mulut.

Tanda ini berfungsi untuk melindungi mata merah dari sinar matahari. Selain itu, panda merah memiliki lapisan bulu bagian dalam yang lembut dan tebal seperti wol yang ditutupi oleh bulu pelindung yang panjang dan kasar.

Ekor yang panjang dan lebat membantu hewan arboreal ini menjaga keseimbangan dan melindungi mereka dari dingin dan angin yang kencang. Bulu yang tebal sepenuhnya menutupi kaki mereka yang memiliki lima jari kaki yang terpisah lebar dan cakar yang semi-dapat ditarik.

Mereka terutama aktif selama periode senja dan hingga dini hari. Pada siang hari, mereka dapat ditemukan beristirahat atau tidur siang di atas tanah, berbaring menggantung atau meringkuk di dahan pohon tergantung pada cuaca.

Meskipun termasuk hewan karnivora, panda merah lebih banyak memakan bambu. Selain itu, mereka juga memakan buah-buahan, akar, biji ek, telur, serangga, dan mamalia kecil.

Panda merah berasal dari Himalaya dan daerah pegunungan di Timur. Mereka juga ditemukan di Nepal, India, dan Tibet.

Mereka sering hidup dekat dengan sumber air serta daerah yang tertutup bambu lebat. Panda merah saat ini terdaftar sebagai spesies yang terancam punah oleh IUCN, dan jumlahnya diyakini kurang dari 10.000 individu di alam liar.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kehutanan Republik Indonesia Bersama Pemerintah Prefektur Shizuoka, Jepang menyepakati kerja sama konservasi melalui pertukaran satwa (breeding loan). Indonesia meminjamkan sepasang Komodo, sementara Jepang mengirimkan hewan eksotis jerapah dan panda merah untuk dikelola bersama.

Kerja sama itu tertuang dalam MoU Perlindungan dan Konservasi Satwa Liar yang berfokus pada program Breeding Loan Komodo (Varanus Komodoensis). Menteri kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, langkah ini adalah bentuk Green Diplomacy (Diplomasi Hijau) jangka panjang Indonesia untuk menjaga warisan Biodiversitas Global.

Sumber: WWF dan nationalzoo

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....