Pesona di Balik Pagar: Lebih dari Sekadar Penghias
- 31 Mar 2026 17:38 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan - Selama ini, deretan mawar, melati, atau kembang sepatu di halaman rumah seringkali hanya dianggap sebagai pemanis mata. Namun, melalui karyanya yang bertajuk Manfaat Tumbuhan Bunga Penghias Pekarangan, ahli botani Ir. Sampaguita Syafrezani mengungkap sisi lain yang jauh lebih krusial: pekarangan kita adalah "apotek hidup" sekaligus benteng pertahanan lingkungan yang sering terlupakan.
Dalam buku ini, Syafrezani tidak hanya bicara soal estetika, tetapi membedah bagaimana flora di sekitar hunian berkontribusi langsung pada kualitas hidup manusia.
Estetika yang Menyembuhkan
Syafrezani menekankan bahwa manfaat visual tumbuhan hanyalah pintu masuk. Secara psikologis, keberadaan bunga berwarna-warni di perkarangan terbukti mampu menurunkan tingkat stres dan memberikan efek relaksasi bagi penghuninya. Namun, yang lebih menarik adalah ulasan mengenai fungsi farmakologis.
Banyak jenis bunga hias yang ternyata memiliki kandungan zat aktif untuk pengobatan tradisional. Beberapa poin penting yang disoroti meliputi:
- Bunga Melati: Selain aromanya yang menenangkan, melati efektif untuk meredakan sesak napas dan sakit kepala.
- Kembang Sepatu: Daun dan bunganya dapat digunakan sebagai pereda demam dan mengobati infeksi saluran kemih.
- Bunga Mawar: Air mawar dikenal memiliki sifat antiseptik dan mampu menjaga kesehatan kulit secara alami.
Penjaga Kualitas Udara dan Iklim Mikro
Di tengah meningkatnya polusi udara di kawasan urban, buku yang di terbitkan oleh Titian Ilmu pada 2009 ini memposisikan tanaman hias sebagai filter alami. Syafrezani menjelaskan bahwa tanaman bunga bukan sekadar penghasil oksigen, tetapi juga penyerap polutan berbahaya seperti karbon monoksida dan timbal.
"Pekarangan yang tertata dengan tanaman bunga bukan hanya soal hobi, melainkan investasi kesehatan jangka panjang bagi keluarga," tulisnya dalam narasi buku tersebut.
Tanaman di perkarangan juga berperan dalam menciptakan iklim mikro yang sejuk. Keberadaan rimbun bunga dan dedaunan mampu menurunkan suhu di sekitar rumah, sehingga mengurangi ketergantungan pada pendingin ruangan elektrik.
Ekosistem Kecil di Halaman Rumah
Syafrezani juga menyoroti aspek ekologis. Tanaman bunga adalah penarik polinator alami seperti lebah dan kupu-kupu. Dengan menanam beragam jenis bunga, kita secara tidak langsung membantu menjaga keberlangsungan rantai makanan dan kelestarian serangga yang bermanfaat bagi pertanian secara luas.
Kesimpulan: Mengubah Paradigma Berkebun
Melalui buku ini, Ir. Sampaguita Syafrezani berhasil mengubah cara pandang pembaca. Berkebun bunga bukan lagi sekadar kegiatan mengisi waktu luang atau pamer keindahan, melainkan upaya sadar untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat, asri, dan mandiri secara medis.
Bagi masyarakat urban maupun pedesaan, buku ini menjadi panduan praktis untuk mengenali kembali kekayaan hayati yang tumbuh tepat di depan pintu rumah mereka. Memetik bunga kini bukan lagi sekadar memetik keindahan, tapi memanen manfaat bagi tubuh dan bumi. (Sumber: Buku kita.com).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....