Cari Tahu: Kreatif Itu Bakat Bawaan atau Hasil Latihan?
- 29 Mar 2026 21:53 WIB
- Nunukan
RRI.Co.Id, Nunukan: Saat kita berbicara tentang kreativitas, sering kali muncul pertanyaan apakah kemampuan ini lebih dipengaruhi oleh faktor genetik atau hasil usaha (lingkungan). Apakah kita dilahirkan dengan bakat kreatif tertentu, atau apakah kreativitas itu seperti otot yang dapat dilatih? Mari kita bedah dari dua sudut pandang utama.
Faktor Genetik (Bawaan Lahir)
Meskipun banyak yang menganggap kreativitas adalah "bakat lahir", ternyata penelitian menunjukkan hal yang berbeda.
Persentase Heritabilitas
Penelitian mengungkapkan bahwa faktor genetik hanya berkontribusi sekitar 22% terhadap kinerja kreatif seseorang. Artinya, sebagian besar potensi kreatif kita tidak murni ditentukan oleh DNA atau genetik.
Studi Kasus Kembar
Hasil pengamatan pada kembar identik menunjukkan bahwa meski memiliki gen yang sama, tingkat kreativitas mereka bisa sangat bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa faktor keturunan bukanlah penentu tunggal kreatif atau tidaknya seseorang.
Karakteristik Unik
Ciri khas kreativitas, seperti kemampuan berpikir out of the box, orisinalitas ide, atau fleksibilitas dalam memecahkan masalah, ternyata tidak memiliki bukti kuat sebagai sifat yang diwariskan secara biologis. Ada faktor lain yang mempengaruhi tingkat dan bagaimana sisi kreatif seseorang dapat tumbuh dan berkembang.
Peran Lingkungan dan Pengalaman
Jika genetik hanya menyumbang sebagian kecil, maka lingkungan lah yang memegang peranan kunci dalam menghidupkan kreativitas seseorang.
Proses Pengembangan
Kreativitas dapat tumbuh subur melalui perubahan lingkungan, proses belajar mandiri, bimbingan mentor, hingga pengaruh budaya. Latihan yang konsisten adalah kunci utamanya.
Pendekatan Design Thinking
Tren terbaru dalam design thinking menekankan bahwa kreativitas dapat dipupuk, baik dalam skala individu maupun organisasi. Hal ini membuktikan bahwa lingkaran pertemanan dan kolaborasi sangat mempengaruhi perkembangan ide seseorang.
Faktor Penghambat
Penting untuk diingat bahwa kreativitas bisa redup jika seseorang berada di lingkungan yang penuh ketakutan akan kegagalan atau kurangnya apresiasi. Oleh sebab itu, kehadiran rekan kerja, teman, hingga atasan yang sehat bisa membantu karyawan mengembangkan kreativitas yang mendukung berkembangnya perusahaan.
Kreativitas adalah kombinasi dari faktor bawaan dan pengalaman. Berpikir kreatif tidak hanya berkaitan dengan faktor genetik saja, tapi juga dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, pengalaman hidup, atau adanya rasa ketakutan akan kegagalan. Yakinlah semua orang memiliki potensi untuk mengembangkan kreativitas.
(Sumber: Idea to Value dan Innovator Mags)
BACA JUGA: 7 Tempat Paling Nyaman dan Produktif untuk Brainstorming
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....