Sains: Madu Makanan yang Tidak Pernah Basi

  • 28 Mar 2026 06:28 WIB
  •  Nunukan

RRI.CO.ID, Nunukan-Tahukah kamu, madu murni merupakan salah satu dari sedikit makanan yang tidak pernah basi atau kedaluwarsa tanpa pengawet buatan. Fakta tersebut bisa dijelaskan secara sains.

Para ilmuan pernah menemukan madu yang masih layak dikonsumsi di makam Mesir Kuno berusia 3.000 tahun bahkan madu yang lebih tua pernah ditemukan di Georgia 5.500 tahun lalu dalam kondisi masih layak dikonsumsi.

Dari segi sains, madu merupakan jenis makanan yang nyaris tidak mengandung air yang biasanya menjadi media bagi bakteri dan jamur tumbuh dan bertahan hidup. Para ilmuwan memaparkan, kandungan air di dalam madu hanya sekitar 0,6 sedangkan sebagian besar kuman berbahaya membutuhkan sekitar 0,90-0,95 untuk tumbuh.

Ketika bakteri hinggap di madu, madu justru menarik air keluar dari bakteri tersebut yang membuat kuman mengering dan mati sebelum menyebabkan masalah. Selain itu, sifat alami madu adalah asam karena memiliki pH berkisar 3,2-4,5 yang membuat bakteri berbahaya seperti Salmonella dan E. coli tidak dapat bertahan hidup di lingkungan asam.

Fakta menarik lainnya, madu memiliki pembunuh kuman sendiri. Ini karena lebah menambahkan enzim glukosa oksidase yang dapat mempercepat reaksi ke nektar saat membuat madu. Ketika madu sedikit basah, enzim ini menghasilkan hidrogen peroksida yang merupakan zat sama yang biasa digunakan untuk membersihkan luka.

Kandungan hidrogen peroksida inilah yang membuat madu mentah digunakan untuk menyembuhkan luka selama ribuan tahun. Terakhir, madu memiliki komposisi 80%.

Tingginya konsentrasi gula tidak memberi ruang bagi kuman untuk bertahan hidup. Molekul gula memenuhi seluruh ruang sehingga tidak memberikan ruang bagi kuman untuk berkembang.

Jika tidak pernah basi, mengapa ada label tanggal kedaluwarsa pada toples madu? Setidaknya ada tiga alasan. Pertama, penggunaan tanggal untuk pengorganisasian toko.

Kedua, banyak negara mewajibkan label tanggal pada semua jenis makanan. Ketiga, perusahaan menjamin rasa dan tekstur terbaik dalam jangka waktu tersebut.

Madu bisa saja mengalami perubahan rasa dan tekstur jika disimpan bertahun-tahun. Meski begitu, perubahan ini tidak membahayakan dan madu tetap aman dikonsumsi.

Sumber: kashmiril.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....