Bahaya Mengonsumsi ‘Devil Crab’
- 13 Feb 2026 13:43 WIB
- Nunukan
MRRI.CO.ID, Nunukan: Tragedi baru-baru ini mengguncang dunia media sosial dan komunitas pecinta kuliner. Seorang food vlogger asal Filipina, Emma Amit dilaporkan meninggal dunia setelah memakan hewan laut beracun yang dikenal sebagai “devil crab” demi konten video yang ia unggah di platform digitalnya.
Kejadian ini berlangsung pada awal Februari 2026 di Puerto Princesa, Palawan, Filipina. Pada tanggal 4 Februari, Amit bersama beberapa rekannya terlihat mengumpulkan berbagai hasil laut dari hutan bakau dan kemudian memasaknya menjadi hidangan seafood bercampur kuah santan sambil direkam untuk konten vlog.
Namun, di antara sejumlah makanan laut yang mereka konsumsi, terdapat satu jenis kepiting yang sangat berbahaya yaitu devil crab atau secara ilmiah dikenal sebagai Zosimus aeneus. Kepiting ini hidup di terumbu karang wilayah Indo-Pasifik dan terkenal karena mengandung neurotoksin mematikan seperti saxitoxin dan tetrodotoxin, racun yang juga ditemukan pada ikan buntal. Racun ini tetap aktif bahkan setelah dimasak atau direbus.
Keesokan harinya, tubuh Amit menunjukkan tanda-tanda keracunan yang serius. Menurut laporan warga setempat, kondisi tubuhnya memburuk dengan cepat.
Ia mengalami kejang-kejang, sulit bernapas, dan akhirnya kehilangan kesadaran. Ditangani oleh tenaga medis di rumah sakit, nyawanya akhirnya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia pada 6 Februari 2026, hanya dua hari setelah makan kepiting beracun tersebut.
Tragisnya, seorang teman yang ikut mengonsumsi kepiting yang sama juga diperkirakan tewas akibat racun yang sama, menambah kedahsyatan insiden ini. Kasus ini kembali mengingatkan bahwa tidak semua hewan laut aman untuk dimakan, terutama yang belum dikenal atau berwarna mencolok, karena pada banyak spesies, warna cerah sering merupakan sinyal alami dari racun yang mereka miliki.
Para pejabat setempat dan ahli kesehatan pun telah mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat. Masyarakat diminta agar berhati-hati dalam mengidentifikasi dan mengonsumsi makanan laut, serta tidak sembarangan mencoba bahan yang belum teruji.
Kejadian ini sekaligus menjadi peringatan bagi para content creator dan masyarakat umum bahwa mengejar konten viral atau sensasi harus tetap didasari oleh pengetahuan dan kehati-hatian terhadap risiko kesehatan. Bahaya seperti neurotoksin tersembunyi di balik penampilan hewan laut yang tampak biasa dapat berakibat fatal, bahkan bagi orang yang tampaknya sudah berpengalaman sekalipun. (Sumber: people.com)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....