Memahami Kedalaman Buku "From Self-care to Self-love"
- 29 Jan 2026 13:48 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Di tengah gempuran tren gaya hidup yang sering kali menyempitkan makna kesejahteraan diri sebatas aktivitas konsumtif, sebuah perspektif baru muncul melalui literatur. Penulis Febrina Orsidisa resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul From Self-care to Self-love, yang diterbitkan oleh Litera Mediatama pada 23 Januari 2026.
Perjalanan dari Luar ke Dalam
Buku ini hadir sebagai kompas bagi individu yang merasa bahwa rutinitas perawatan diri (self-care) mereka selama ini hanya menyentuh permukaan, tanpa benar-benar menyembuhkan rasa tidak aman di dalam diri (self-love). Dalam narasi yang disusunnya, Febrina Orsidisa melakukan pemisahan yang jelas namun harmonis antara self-care dan self-love.
Menurutnya, banyak orang terjebak menganggap mandi busa, belanja, atau liburan adalah akhir dari segalanya. Padahal, tanpa pondasi kasih sayang pada diri sendiri, aktivitas tersebut hanyalah pelarian sementara.
Febrina mengajak pembaca untuk beranjak dari sekadar "merawat" (tindakan fisik) menuju "mencintai" (penerimaan psikologis total).
Pilar-Pilar Utama dalam Buku:
· De-Komersialisasi Self-Care: Febrina mengkritik bagaimana industri modern mengemas perawatan diri sebagai produk. Ia menekankan bahwa self-care sejati bisa berupa menetapkan batasan (boundaries), tidur yang cukup, atau berani berkata "tidak".
· Radical Acceptance (Penerimaan Radikal): Inti dari self-love yang dibahas adalah kemampuan untuk menerima bagian terburuk dari diri kita, bukan hanya merayakan keberhasilan.
· Dialog Internal yang Positif: Buku ini memberikan teknik praktis untuk mengubah cara kita berbicara pada diri sendiri—mengganti kritik pedas dengan empati layaknya berbicara kepada sahabat karib.
· Penyembuhan Luka Masa Lalu: Febrina menyisipkan bab khusus tentang bagaimana memaafkan diri sendiri atas kesalahan masa lalu adalah pintu gerbang menuju cinta diri yang utuh.
Relevansi di Tengah Tekanan Sosial
Diterbitkan oleh Litera Mediatama, buku ini muncul di saat angka kelelahan mental (burnout) dan krisis identitas akibat media sosial mencapai titik yang mengkhawatirkan. Febrina Orsidisa berhasil mengemas teori-teori psikologi menjadi langkah-langkah yang membumi dan hangat.
"Self-care adalah apa yang kamu lakukan untuk bertahan hidup, tetapi self-love adalah alasan mengapa kamu merasa layak untuk hidup dengan bahagia." — Salah satu poin kunci dalam buku. (Sumber: Buku From Self-care to Self-love)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....