Mengganti Kebiasaan Buruk dengan Strategi Micro-Habits
- 29 Jan 2026 13:07 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan – Awal tahun sering kali menjadi momentum bagi banyak orang untuk menyusun resolusi. Namun, realitanya, banyak resolusi kandas sebelum bulan Januari berakhir karena beban kebiasaan lama yang sulit dilepaskan.
Menjawab tantangan tersebut, penulis Mugi Rudhi Tata meluncurkan karya terbarunya, Good Bye! Kebiasaan Buruk. Buku ini diterbitkan oleh Araska Publisher pada 24 Januari 2026.
Karya ini hadir bukan sekadar sebagai narasi motivasi. Namun sebuah panduan praktis (manual) untuk melakukan dekonstruksi terhadap pola hidup yang menghambat kemajuan individu di era digital.
Paradigma Baru: Melampaui Willpower
Dalam bukunya, Mugi Rudhi Tata menegaskan bahwa kegagalan seseorang untuk berubah sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya niat atau tekad (willpower), melainkan karena ketidaktahuan atas mekanisme kerja otak dalam membentuk kebiasaan. Mugi membedah konsep "Lingkaran Kebiasaan" dan bagaimana cara memutus rantai pemicu (trigger) yang membuat seseorang terjebak dalam perilaku toksik, mulai dari prokrastinasi (menunda pekerjaan) hingga ketergantungan pada gawai.
Poin Utama yang Diangkat dalam Buku:
· Identifikasi Akar Masalah: Penulis mengajak pembaca untuk jujur memetakan kebiasaan buruk apa yang paling berdampak pada produktivitas dan kesehatan mental.
· Strategi Substitusi: Salah satu tesis utama dalam buku ini adalah kebiasaan buruk tidak bisa "dihapus" begitu saja, melainkan harus "digantikan" dengan kebiasaan baru yang memiliki tingkat kepuasan yang setara namun berdampak positif.
· Kekuatan Langkah Kecil: Mugi menekankan pentingnya micro-habits. Perubahan besar tidak terjadi dalam semalam, melainkan akumulasi dari kemenangan-kemenangan kecil setiap hari yang konsisten dilakukan selama minimal 21 hingga 66 hari.
· Manajemen Lingkungan: Buku ini memberikan panduan tentang bagaimana memodifikasi lingkungan sekitar agar perubahan perilaku menjadi lebih mudah dan alami tanpa perlu perjuangan batin yang melelahkan.
Relevansi di Era Modern
Penerbitan buku ini oleh Araska Publisher dianggap sangat tepat waktu, mengingat masyarakat saat ini sedang berjuang menghadapi tantangan baru seperti doomscrolling dan kelelahan digital. Mugi Rudhi Tata memberikan solusi yang membumi dan sangat aplikatif bagi generasi milenial dan Gen Z yang mendambakan keseimbangan hidup.
"Mengatakan selamat tinggal pada kebiasaan buruk bukan berarti membenci masa lalu, melainkan memberi ruang bagi diri yang lebih baik untuk tumbuh," tulis Mugi dalam salah satu bab penutupnya. (Sumber: Buku Good Bye! Kebiasaan Buruk)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....