Mengapa Udara Pagi Terasa Lebih Sejuk dan Segar?

  • 29 Des 2025 05:17 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Udara pagi terasa sejuk karena pada malam hari permukaan bumi melepaskan panas yang diserap di siang hari, dan pelepasan panas ini paling maksimal menjelang fajar sekitar jam 4-6 pagi atau saat matahari belum terbit sehingga udara menjadi paling dingin, diperkuat oleh langit cerah yang minim awan sehingga panas lebih cepat hilang ke atmosfer, serta dipengaruhi angin timuran kering saat musim kemarau.

Setelah matahari terbenam, bumi berhenti menerima panas tetapi terus melepaskan panas yang diserapnya ke atmosfer dalam bentuk radiasi inframerah. Proses ini berlanjut sepanjang malam.

- Pada Pagi Hari Juga Waktu Pepohonan Disekitar Untuk Melepaskan Oksigen Sehingga Udara Terasa Lebih Bersih.

Pelepasan panas ini paling efektif terjadi hingga menjelang fajar sekitar Pukul 4 sampai 6 Pagi, sebelum matahari terbit dan mulai memanaskan kembali bumi. Ini menyebabkan suhu mencapai titik terendahnya.

Sementara itu, Awan berfungsi seperti selimut yang menahan panas. Saat langit cerah dan minim awan, panas dari bumi lebih mudah terlepas ke angkasa tanpa hambatan, membuat suhu turun lebih drastis.

Baca Juga: Kapan Ikan Muncul Pertama Kali di Bumi?

Sedangkan alasan lainnya adalah, Udara pagi hari cenderung memiliki kadar polusi (partikel debu, asap) yang lebih rendah dibandingkan siang hari karena aktivitas manusia belum maksimal dan udara lebih dingin membantu partikel-partikel tersebut mengendap.

Dengan demikian, Udara yang lebih dingin dan kering di pagi hari menahan lebih sedikit uap air, sehingga terasa lebih bersih dan segar. (Sumber: Komitmeniklim.id)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....