Rumah Pendidikan Indonesia Raih Juara Dunia WSIS Prizes 2026

  • 09 Jul 2026 21:15 WIB
  •  Nunukan
Poin Utama
  • Rumah Pendidikan menjadi juara pertama WSIS Prizes 2026 kategori e-Government yang diselenggarakan ITU di Jenewa.
  • Indonesia mencatat sejarah sebagai pemenang pertama kategori tersebut sejak ajang WSIS Prizes digelar pada 2012.
  • Rumah Pendidikan telah mengintegrasikan 66 layanan pendidikan dan dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna.

RRI.CO.ID, Jenewa - Rumah Pendidikan meraih juara pertama WSIS Prizes 2026 kategori e-Government. Penghargaan diumumkan International Telecommunication Union (ITU) dalam forum PBB di Jenewa, Swiss, Kamis (09/07/2026).

Rumah Pendidikan mengungguli 1.596 inovasi digital dari 122 negara. Superaplikasi itu dikembangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai ekosistem layanan pendidikan digital. Berdasarkan siaran pers Kemendikdasmen, penghargaan tersebut menjadi yang pertama bagi Indonesia pada kategori e-Government sejak WSIS Prizes digelar pada 2012.

"Penghargaan ini kami persembahkan kepada jutaan murid, guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta seluruh insan pendidikan di Indonesia yang setiap hari menjaga semangat belajar di berbagai penjuru negeri," kata Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam siaran pers tersebut.

WSIS Prizes 2026 kategori e-Government. (Foto: Kemendikdasmen RI)

Suharti menyebut kondisi geografis Indonesia mendorong lahirnya inovasi pendidikan digital yang inklusif. Rumah Pendidikan menghubungkan guru, murid, keluarga, sekolah, serta berbagai mitra pendidikan.

Saat ini Rumah Pendidikan mengintegrasikan 66 layanan pendidikan. Platform tersebut dimanfaatkan lebih dari 6,9 juta pengguna, menyediakan 4.843 sumber belajar gratis, serta membantu lebih dari 104 ribu guru di daerah 3T.

"Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya sejak WSIS Prizes diselenggarakan oleh ITU pada 2012, Indonesia berhasil meraih predikat Winner kategori e-Government melalui Rumah Pendidikan, sebuah inovasi digital karya anak bangsa yang dikembangkan oleh Kemendikdasmen," ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti dalam siaran pers yang sama.

Penghargaan tersebut memperkuat pengakuan internasional terhadap transformasi digital pendidikan Indonesia. Capaian itu juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Pendidikan Bermutu untuk Semua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....