Misteri Ledakan Tunguska pada Tahun 1908 di Siberia

  • 24 Okt 2025 11:23 WIB
  •  Nunukan

KBRN, Nunukan: Peristiwa Tunguska adalah ledakan besar yang terjadi di dekat Sungai Podkamennaya Tunguska di Kegubernuran Yeniseysk (sekarang Krai Krasnoyarsk), Rusia, pada pagi hari tanggal 30 Juni 1908.

Ledakan ini terjadi di Taiga Siberia Timur yang jarang penduduknya, meratakan sekitar 80 juta pohon di atas area hutan seluas 2.150 km2. Sebuah ledakan misterius mengguncang Siberia dan meratakan jutaan pohon. Kekuatan ledakannya setara dengan 1.000 bom Hiroshima. Tapi, sampai sekarang tidak pernah ditemukan kawah bekas ledakan itu.

- Ledakan Tunguska Sangat Dahsyat Yang Menghancurkan Hutan Seluas 2.000 Kilometer Persegi.

Ledakan tersebut pertama kali diselidiki dari tahun 1927 hingga 1930 dalam ekspedisi yang dipimpin oleh ilmuwan Soviet Lenoid Alexseyevich Kulik. Di sekitar episentrum atau lokasi tempat terjadi ledakan, Kulik menemukan pohon-pohon yang tumbang dan pecah berserakan sejauh 15-30 kilometer atau (10-20 mil), semua telah hancur dan hangus, dan sangat sedikit yang tumbuh Kembali dalam dua dekade setelah kejadian.

Baca Juga: Fakta Menarik Tentang Awan

Karena lokasi yang terpencil dan terbatasnya peralatan yang tersedia pada saat kejadian, penjelasan ilmiah tentang penyebab dan besarnya ledakan ini bergantung pada penilaian kerusakan dan studi geologi yang dilakukan bertahun-tahun kemudian. Penelitian-penelitian yang dilakukan menghasilkan kesimpulan yang berbeda mengenai ukuran objek penyebab ledakan, berkisar antara 50 hingga 190 meter (160 hingga 620 kaki), tergantung pada apakah objek tersebut masuk dengan kecepatan rendah atau tinggi.

Diperkirakan bahwa gelombang kejut dari ledakan udara dalam peristiwa ini mencapai 5,0 skala Richter, dan perkiraan energinya berkisar antara 3–30 megaton TNT (13–126 petajoule). Ledakan sebesar ini akan mampu menghancurkan wilayah metropolitan yang besar.

Sejak peristiwa 1908, diperkirakan terdapat 1.000 lebih makalah ilmiah tentang ledakan Tunguska yang diterbitkan (kebanyakan dalam bahasa Rusia). Pada tahun 2013, tim peneliti menerbitkan hasil analisis sampel mikro dari rawa gambut di dekat pusat area yang terkena dampak ledakan. Sampel yang diteliti menunjukkan adanya fragmen yang mungkin berasal dari luar bumi. (Sumber: Britanica.com)

Rekomendasi Berita