Pemanasan Global Picu Perubahan Ekstrem dan Ancaman Kehidupan
- 27 Jun 2025 18:55 WIB
- Nunukan
KBRN, Nunukan: Pemanasan global menyebabkan perubahan ekstrem di berbagai belahan dunia, mulai dari mencairnya gletser hingga meningkatnya gelombang panas dan wabah penyakit. Gletser Pizol di Pegunungan Glarus, Swiss timur, misalnya, telah kehilangan 80 persen volumenya. Sementara itu, gunung es tropis seperti Kilimanjaro dan Jaya Wijaya juga menunjukkan penurunan es yang signifikan.
Kenaikan suhu Bumi memicu badai tropis dan gelombang panas yang mengakibatkan kematian ratusan orang. Dampaknya juga terasa pada satwa liar, dengan sekitar satu juta spesies hewan diperkirakan terancam punah akibat krisis iklim.
Di sektor kesehatan, pemanasan global meningkatkan risiko alergi, asma, serta penyebaran penyakit menular. Perubahan curah hujan dan meluasnya habitat serangga menyebabkan penyakit seperti demam berdarah menyebar lebih luas. Dari tahun 1976 hingga 2008, tercatat lebih dari 30 penyakit baru bermunculan sebagai konsekuensi dari perubahan iklim.
Kontributor utama pemanasan global meliputi penebangan hutan untuk kepentingan komersial, emisi gas kendaraan, serta limbah industri dan rumah tangga. Meski upaya mitigasi terus digalakkan secara global, peran individu tetap krusial.
Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan masyarakat meliputi menggunakan transportasi umum atau sepeda, mengurangi penggunaan produk mengandung CFC, mematikan perangkat elektronik saat tidak digunakan, hemat air, serta menerapkan pola hidup 3R, yakni Reuse, Reduce, Recycle. (Sumber: Gramedia)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....